Liputan Khusus SMA dan SMK Gratis
Pengelolaan SMA/SMK Dialihkan ke Pemprov, Ini Kekhawatiran yang Dilontarkan Siswa
Siswa merasa nyaman karena tidak pernah memikirkan biaya sekolah. Tinggal belajar. Semua keperluan sekolah sudah dicukupi pemerintah.
Penulis: Samsul Hadi | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.co.id | BLITAR - Sebagian besar siswa, guru, dan orangtua menganggap pelimpahan pengelolaan SMA/SMK dari pemerintah kota (pemkot)/kabupaten (pemkab) ke pemerintah provinsi (pemprov) adalah langkah mundur.
Mereka tidak yakin "kenyamanan" di sekolah selama dikelola pemkot/pemkab akan berlanjut setelah pemprov mengelola SMA/SMK mulai tahun depan.
Situasi ini terjadi, terutama di kabupaten/kota yang telah menerapkan pendidikan gratis.
Adimas Surya (16), siswa kelas 10 SMAN 1 Kota Blitar, mengaku khawatir tak akan dapat lagi menikmati fasilitas serba gratis yang sudah berjalan lebih lima tahun di Kota Blitar, kalau SMA/SMK dikelola Pemprov Jatim.
Menurut Adimas, saat ini semua sekolah di Kota Blitar, khususnya sekolah negeri gratis biaya, mulai SD, SMP, SMA/SMK. Tidak ada pungutan sepeser pun ke siswa.
“Sekolah di sini (Kota Blitar) gratis tis. Tidak hanya SPP, mulai seragam, atribut sekolah, buku LKS (Lembar Kerja Siswa), alat tulis, ikat pinggang, tas, dan sepatu, semua diberi pemkot. Ibaratnya, siswa hanya celana dalam,” kata Adimas.
Adimas mendapatkan empat setel seragam, yakni putih abu-abu, seragam khas, dan baju olahraga.
Rencananya, tahun ini, para siswa juga akan diberi tablet gratis untuk menunjang belajar.
“Tahun lalu, yang diberi tab (tablet) siswa kelas 11 dan 12. Tahun ini rencananya kelas 10. Kalau dikelola provinsi saya khawatir tidak jadi dapat tab,” ujarnya.
Kekhawatiran yang sama dirasakan Aziz Putra Prima (16), teman sekelas Adimas.
Menurutnya, sistem sekolah gratis di Kota Blitar paling bagus.
Siswa merasa nyaman karena tidak pernah memikirkan biaya sekolah. Tinggal belajar. Semua keperluan sekolah sudah dicukupi pemerintah.
“Kalau dikelola provinsi, apa tetap bisa seperti ini, semua gratis?” kata Aziz.
Ia pernah mendengar sekolah gratis di beberapa daerah lain. Tetapi, sekolah gratis di tempat lain hanya bebas SPP.
Siswa tetap harus membeli seragam, buku, dan membayar uang gedung. “Bahkan, daftar ulang di sini juga gratis,” ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/berita-lipsus-blitar_20160321_084750.jpg)