Berita Malang Raya
Longsoran Tebing Menimpa 2 Penambang Batu di Malang, Kondisinya Mengenaskan
#MALANG - “Longsoran batu tersebut menimpa kedua penambang tersebut. Keduanya tewas di lokasi kejadian,” terang Muwassi, Jumat (18/3/2016).
Penulis: David Yohanes | Editor: Yuli
SURYA.co.id | MALANG - Dua orang penambang tewas tertimbun longsoran tebing batu di Desa Turirejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Polisi pun menyelidiki kejadian ini, karena diduga ada unsure kelalaian dalam kejadian ini.
Dua penambang yang tewas adalah Kasan (52) dan Slamet (53), keduanya warga desa setempat. Menurut Camat Lawang, Ahmad Muwassi Arif kedua penambang tersebut bekerja Kamis (17/3/2016) mulai pukul 06.15 wib. Sekitar pukul 07.15 wib terjadi longsor di tebing batu yang mereka tambang.
“Longsoran batu tersebut menimpa kedua penambang tersebut. Keduanya tewas di lokasi kejadian,” terang Muwassi, Jumat (18/3/2016).
Pihak desa dan Muspika setempat melaporkan kejadian tersebut ke PMI Kabupaten Malang. Kedua penambang malang ini tewas dalam kondisi mengenaskan.
Jenazah mereka dievakuasi dan langsung dimakamkan oleh pihak keluarga. Sementara lokasi kejadian saat ini masih dipasang garis polisi.
Menurut Kapolsek Lawang, Kompol Arifiani, saat kejadian ada tiga penambang yang bekerja. Namun satu penambang selamat tanpa mengalami luka yang serius.
“Penambang yang selamat sudah kami mintai keterangan,” terang Arifiani.
Arifiani mengungkapkan, area yang ditambang tersebut merupakan milik warga setempat bernama Khozim. Area tersebut berupa tebing berbatu dengan ketinggian lebih dari tujuh meter.
Bebatuan bukit tersebut yang ditambang dan dijual untuk bahan bangunan. Setiap satu rit dijual seharga Rp 250.000.
Dari hasil penjualan tersebut, Rp 30.000 untuk pemilik lahan dan sisanya untuk penambang.
“Jadi sistemnya bagi hasil. Itu kesepakatan antara pemilik lahan dan para penambang,” tambah Arifiani.
Arifiani menegaskan, pihaknya masih melakukan pendalaman kejadian ini. Sejumlah saksi juga sudah diperiksa, termasuk kepala desa setempat.
Polisi fokus menyelidiki, apakah ada unsur kelalaian dalam kejadian ini. Sebab ditengarai, tambang tersebut adalah ilegal.
“Belum bisa kami simpulkan, karena semua masih dalam penyelidikan,” tandas Arifiani.
