Citizen Reporter
Belajar Tepat Waktu dan Disiplin ala Korea
terbiasa telat dan bicara keras.. aduuuh rasanya malu sungguh ketika berguru di Korea, karena dosennya sudah siap 5 menit di kelas sebelum pelajaran!
Reportase : Fransisca Stefanie Chandra
Mahasiswa UK Petra Surabaya/mahasiswi Dongseo University Korea
MEMEROLEH kesempatan belajar di luar negeri, sungguh hal yang membahagiakan sekaligus menantang diri untuk bersaing dengan mahasiswa lain. Bergelut di negeri ginseng selama empat bulan bukan perkara mudah. Perbedaan waktu, cuaca, dan budaya tak urung harus membiasakan diri untuk dapat beradaptasi dengan baik.
Bertemu dengan beragam mahasiswa dari berbagai negara merupakan bonus untuk memperluas jaringan belajar dan kerja. Datang dari Desa Sukowono, Jember yang biasanya bersuhu 27 derajat celsius, kini di Korea disergap suhu minus 5 derajat celcius. Tak pelak, balutan winter coat digunakan sedemikian rupa agar badan tetap hangat.
Memilih Dongseo University untuk program pertukaran pelajar selama empat bulan, konon universitas ini expert di bidang perfilman. Pijakan saya tampaknya tak salah. Setelah dua minggu di Korea saya merasakan betapa hebat dan cerdasnya para profesor yang mengajar saya. Dan, mereka tetap rendah hati dan disiplin. Inilah hebatnya pendidikan di negeri ginseng ini.
Para dosen sangat disiplin, termasuk disiplin waktu, disiplin tugas, namun tetap memberi arahan yang baik bagi mahasiswanya. Biasanya, universitas di Indonesia masih memberi tenggat waktu keterlambatan bagi muridnya untuk masuk ke kelas. Lain halnya di Korea. Dosen pun biasa datang lima menit sebelum kelas dimulai dan selalu menekankan kedisplinan waktu. Nampaknya, hal ini patut dicontoh bagi seluruh dosen di dunia.
Berbeda negara, kebiasaan hidup pun berubah. Perbedaan waktu hingga dua jam dengan Indonesia, membuat saya harus mengatur jadwal sedemikian rupa agar kegiatan sehari-hari tetap kondusif. Waktu saya di sini terasa begitu cepat, mungkin karena perbedaan waktu tersebut. Kebiasaan lain yang perlu diubah adalah berbicara keras atau lantang.
Budaya di Korea tidak mengajarkan berbicara lantang atau berteriak, terutama di dalam subway atau kereta bawah tanah. Bercermin dari kebiasaan orang Indonesia yang terbiasa bersuara lantang, hal ini sungguh tidak diperbolehkan di Korea karena dianggap tidak sopan.
Masih banyak cerita lain lagi ihwal geliat negeri ginseng ini. Selamat belajar!