Berita Tuban
Pemkab Tuban Minta Bantuan Kemen PU Bangun Bendungan
Sekretaris Pemkab Tuban, Budi Wiana, mengatakan, pembangunan bendungan direncanakan di sebelah selatan kawasan air terjun Banyu Langse, di Desa Boto.
Penulis: Iksan Fauzi | Editor: Yuli
SURYA.co.id | TUBAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban mengajukan rencana pembangunan bendungan di Desa Jadi, Kecamatan Semanding ke Kementerian Pekerjaan Umum.
Pertimbangannya, di sekitar desa tersebut seringkali terjadi banjir melanda desa-desa lain tatkala hujan datang.
Tahun ini, penanganan banjir merupakan prioritas Pemkab Tuban karena banyak warga tinggal di daerah rawan banjir dan banjir merusak lahan pertanian di sana. Hampir sebagian besar warga di Kabupaten Tuban.
Sekretaris Pemkab Tuban, Budi Wiana, mengatakan, pembangunan bendungan direncanakan di sebelah selatan kawasan air terjun Banyu Langse, di Desa Boto, Kecamatan Semanding.
Ia berharap, pihak kementerian pekerjaan umum menyetujui pembangunan bendungan tersebut menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN).
“Kami sedang proses pengajuan ke Kementerian PU,” katanya, Minggu (13/3/2016).
Waduk akan dibangun di atas lahan milik Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Perhutani Tuban. Budi mengaku sudah mengajukan kerjasama dengan Perhutani dan akan dilanjutkan ke Kementerian Kehutanan selaku pemilik kewenangan lahan.
Lahan tersebut sudah tidak produktif. Untuk itu, Budi berharap agar lahan tersebut bisa dimanfaatkan untuk keperluan pembangunan bendungan sebagai pencegah banjir kawasan Merakurak dan Sumurgung Tuban.
“Mudah-mudahan bisa direalisasikan supaya banjir tertangani dan saat musim kemarau bisa untuk irigasi pertanian,” pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/mayat-pelajar-blitar-di-bendungan_20150818_125320.jpg)