Kamis, 16 April 2026

Berita Surabaya

Om Swastyastu, Ini Kisah Bunga Ikuti Upacara Melasti di Laut Arafuru Surabaya

#Surabaya - Begini suasana Melasti di Surabaya

Penulis: Monica Felicitas | Editor: Adrianus Adhi
SURYA.co.id/Monica Felicitas
Suasana Melasti 1938 Masehi. Ribuan umat Hindu di Surabaya dan sekitarnya penuhi Laut Arafuru,Surabaya. 

SURYA.co.id I SURABAYA - Bunga Revina (23) terlihat cantik memakai kebaya putih, berlilitkan kain berwarna merah muda melingkar diperutnya, dan dipadu dengan kain jarik berwarna emas dengan rambutnya yang diikat kesamping.

"Om Swastyastu...," sapa gadis berkulit coklat ini pada SURYA.co.id di Pura Agung Jagat Karana, Surabaya pada Minggu (6/3/2016).

Gadis yang biasa dipanggil Bunga ini, merupakan gadis keturunan Bali yang bermukim di Surabaya.

Baginya dan seluruh umat Hindu, hari ini merupakan hari istimewa. Ini karena upacara Melasti, yang merupakan salah satu dari beberapa rangkaian menuju hari raya Nyepi sedang digelar.

Upacara Melasti adalah pemberangkatan Pratima (simbol suci). Di Surabaya, Pratima diarak oleh seluruh umat Hindu, dengan cara berjalan kaki dari Pura Agung Jagat Karana hingga Pantai Arafuru Kobangdikal Surabaya yang berjarak 2 kilometer.

Sebanyak 6000 orang umat Hindu, yang terdiri dari 16 pura yang ada di Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Lamongan , dan Mojokerto, membawa Pratima yang berbeda-beda, seperti tombak, bendera, dan lain sebagainya.

Secara tertib mereka berjalan beriringan disertai dengan kidung dan karawitan yang dibawakan oleh masing-masing pura.

Suasana tampak begitu sakral, manakala beberapa umat Hindu membawa sunggihan yang berisi persembahan yang terdiri dari berbagai jenis macam bunga dan buah-buahan, disertai bau dupa khas Bali, dan diiringi dengan puji-pujian kidung Hindu.

Selama setengah jam, Bunga dan umat Hindu lainnya berjalan menuju Pantai Arafuru Kobangkodikal,Surabaya.

Setelah sampai, seluruh Pratima dan umat Hindu tiba di Pantai Arafuru, Pratima tersebut diletakkan di atas meja berbentuk seperti altar yang menghadap ke laut lepas, dan umat Hindu duduk dibelakang altar tersebut beralaskan terpal.

Hawa panas yang mengiringi perjalanan tadi seketika hilang, saat semua umat duduk dibawah pohon rimbun disertai bunyi deburan ombak air pantai. 

Sebelum. ibadah yang dipimpin oleh seorang pemangku dimulai, disajikan sebuah tarian yang dilakukan oleh beberapa anak didepan altar, dan situasi tersebut menambah kekhusyukan upacara Melasti segera dilakukan.

Setelah tarian selesai dilakukan, ibadah pun dimulai. Seluruh umat Hindu hening melakukan sembahyang. Adapun kegiatan upacara Melasti ini terdiri atas Puja Astawa, Tri Sandya, Kramaning Sembah, Nunas Tirta dan Bija, dan diakhiri oleh penutup/ Paramashanti.

Setelah dilakukannya pensucian atas simbol-simbol suci, Pratima akan kembali ke pura masing-masing. Malam harinya, umat Hindu melakukan Mekemit (berjaga) di Pura Agung Jagat Karana yang dijadwalkan pukul 20.00 hingga keesokan harinya, Senin (7/3/2016) pukul 05.00 WIB.

Melasti merupakan salah satu dari rangkaian acara, yang dimulai dari tanggal 5 Maret 2016 hingga 10 Maret 2016, sebagai tahap menuju hari raya Nyepi yang jatuh pada hari Rabu (9/3/2016) esok.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved