Lapsus Selfie

Evelyn Gunawan Endorse 30 Barang Sebulan

“Sekarang, tidak cuma dapat barang, tapi dapat rupiah juga,” kata Evelyn kepada Surya.co.id

Penulis: Benni Indo | Editor: Yoni
surya/Habiburahman
Evelyn Gunawan 

SURYA.co.id | SURABAYA - Nama lain selain Amanda Kohar adalah Evelyn Gunawan (19) dengan nama akun Instagram @evelynngunawan. Pengikutnya 62.000-an. Tiap hari @evelynngunawan tidak pernah sepi dari foto-foto baru.

Senada dengan Amanda, Evelyn awalnya tidak pernah menyangka bakal dapat penghasilan dari akun Instagramnya. Awal punya akun Instagram, Evelyn sekadar unggah foto-foto selfie.

Seiring bertambahnya pengingkut, ia mendapat pesan langsung dari seseorang agar barangnya di-endorse.

Ia mulai meng-endorse produk pada pertengahan 2015, saat followernya masih 8.000-an. Semula ia tidak menerima bayaran, kecuali mendapat produk.

“Sekarang, tidak cuma dapat barang tapi dapat rupiah juga,” kata Evelyn kepada SURYA.co.id.

Kini, ketika bisnis endorsement-nya mulai ramai, Evelyn membatasi permintaan 30 barang sebulan.

Ia pun memasang tarif antara Rp 125.000 hingga Rp 150.000.

“Tidak mahal, tapi sebulan hanya 30 barang saja,” terang gadis yang saat ini sedang serius belajar merias itu.

Namun yang unik pada Evelyn, saat awal merintis, ia hanya mengenakan tarif pada produk yang harganya di bawah Rp 200.000, di atas itu ia hanya mendapatkan produk.

“Itu saat awal merintis ketika pengikut 20 ribu,” kata gadis yang selalu tampil sumringah itu, Jumat (4/5).

Namun, kini ia pasang tarif untuk semua barang yang di-endorse dan dalam sehari ia bisa mengerjakan lima endorsement. “Tapi kadang tidak ada sama sekali,” katanya.

Evelyn pernah menggunakan jasa orang lain sebagai partner endorse. Namun itu tidak berlangsung lama. Ia kemudian memutuskan untuk mengurus sendiri akun dan pesanan yang masuk padanya. “Meski agak ribet, tapi lebih menyenangkan urus sendiri,” katanya.

Kepada Surya, Evelyn juga menceritakan duka yang ia alami sebagai endorser.

Misalnya, ketika ada pemilik produk yang kecewa, karena merasa penjualannya tidak meningkat. “Bahkan saya disebut penipu,” keluhunya.

Dari pengalaman itu, Evelyn berbagi pesan. Menurutnya, pemilik produk jangan terlalu menganggap endorse sangat berpengaruh pada dagangannya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved