Kamis, 7 Mei 2026

Berita Surabaya

Berubah Nama Menjadi UINSA, Peta Pendaftar Calon Mahasiswa Berubah, Daya Saing Ketat

Ada lima jalur yang bisa diikuti untuk masuk dan diterima sebagai mahasiswa UINSA.

Tayang:
Penulis: Mujib Anwar | Editor: Titis Jati Permata
surya/habibur rohman
Kampus Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Perguruan tinggi negeri (PTN) tetap menjadi pilihan utama dan pertama bagi calon mahasiswa.

Kendati program studi (prodi) yang dibuka relatif baru, animo siswa lulusan SMA/SMK dan Madrasah Aliyah (MA) sederajat tetap tinggi.

Salah satunya, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya.

Sejak beberapa tahun terakhir, kampus yang berada di Jalan A Yani, Surabaya ini, mulai dilirik siswa lulusan SMA/SMK. Ini karena PTN ini juga membuka prodi umum, selain agama.

Ketika masih menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel, 70 persen yang mendaftar adalah lulusan MA dan pondok pesantren, sementara sisanya lulusan SMA/SMK.

Kini setelah berubah menjadi UINSA, peta pendaftar berubah. Sebanyak 60 persen lulusan SMA/SMK, sedang sisanya lulusan MA dan pondok pesantren atau mengalami penurunan.

Wakil Rektor I bidang Akademik dan Kelembagaan UINSA Surabaya, Dr M Syamsul Huda MFil I, mengatakan, hal itu terjadi akibat bergesernya cara pandang masyarakat dalam memilih perguruan tinggi.

"Yang dilihat, bukan lagi dari sisi ilmu, tapi orientasi pasar atau prospektif terserap tenaga kerja," ujarnya, kepada Surya, Jumat (26/2/2016).

Pada penerimaan mahasiwa tahun ini, tren itu dipastikan masih belum bergeser dan tetap diugemi masyarakat.

"Prodi yang dipilih, yang menjanjikan secara ekonomi. Seperti, ekonomi, psikologi, ilmu komunikasi, dan manajemen," katanya.

Pada penerimaan mahasiwa baru di 2015, pendaftar mencapai 56.000 orang. Mereka memperebutkan 3.000 pagu (kursi) untuk 24 prodi umum dan agama di UINSA.

"Tahun ini, kami perkirakan pendaftar naik sekitar 5.000 orang," ucap Syamsul.

Saat ini, ada 41 prodi dengan rincian, 17 prodi umum dan 24 prodi agama.

"Tapi tahun ini, prodi agama akan bertambah tujuh menjadi 31. Hanya izinnya belum turun. Kami masih menunggu SK dari Pusat," ujarnya.

Untuk prodi baru yang diusulkan, Syamsul menyebut di antaranya, ilmu akidah, ilmu tasawuf, ilmu zakat dan wakaf, hukum tata negara Islam, astrologi (ilmu falah), dan perbandingan mazhab hukum Islam.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved