PON Jabar 2016
Dimas dan Adinda Berantem Ketika di Rumah, Saling Dukung saat di Kolam Renang
#SURABAYA - "Kalau ditandingkan dengan rekan perempuan, sudah nggak ada lawannya," ungkap Omar.
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Yuli
SURYA.co.id | SURABAYA - Buah yang jatuh dari pohon yang sama memiliki manis yang serupa pula.
Peribahasa ini pantas disematkan kepada pasangan kakak beradik, M Dimas Permana Taufik dan Adinda Larasati Dewi Kirana. Putra putri dari pasangan Taufik Aprianto dan Tutik Triana tersebut adalah atlet renang perwakilan Jatim yang akan berlaga di PON XIX/2016.
Jika dilihat sekilas, tak tampak kemiripan fisik di antara kedua atlet tersebut. Begitu halnya dengan sifat mereka.
Sang adik, Adinda, lebih sering menebar senyuman dibanding sang kakak yang cenderung pendiam. Namun, perbedaan tersebut hilang saat keduanya terjun ke kolam renang.
Meski perempuan, Adinda selalu berlatih bersama para atlet putra. Menurut sang pelatih, Omar Suryaatmaja, Adinda memang memiliki perkembangan di atas rata-rata atlet perempuan.
"Kalau ditandingkan dengan rekan perempuan, sudah nggak ada lawannya," ungkap Omar di sela latihan tim di kolam renang KONI, Kamis (25/2/2016).
Begitu halnya dengan sang kakak. Meski Dimas baru berusia 17 tahun, dia adalah andalan Jatim di kelas Open Water Swimming, kelas terbaru di PON mendatang. Tak tanggung-tanggung, Dimas akan turun di nomer 10.000 meter putra.
Pada Pra-PON 2016 tahun lalu, keduanya juga berhasil membawa medali bagi Jatim. Adinda sukses meraih emas, sedangkan Dimas berhasil mendapatkan perak.
Hal ini merupakan sebuah prestasi membanggakan, mengingat ini merupakan event terbesar tingkat nasional pertama yang pernah mereka ikuti.
Bagi Dimas maupun Adinda, renang memang merupakan hal yang tak pernah lepas dari kehidupannya selama ini. Kali pertama belajar berenang di usia 3 tahun, mereka terus berlatih hingga kini.
Uniknya, keduanya masuk di sebuah klub renang dengan alasan "klasik".
"Saya kalau di rumah sering banyak tingkah dan berantem dengan adik. Akhirnya ayah dan ibu mendaftarkan saya ke sekolah renang," Dimas memulai ceritanya.
"Saya awalnya ikut-ikutan kakak aja. Soalnya kelihatannya asik," tutur Adinda menimpali.
Mulai dari sana lah, karier mereka dimulai. Mereka yang awalnya sering bertengkar di rumah, justru saling mendukung ketika berlatih bersama.
"Saya sering diajari kakak kalau kesulitan menguasai teknik tertentu," cerita Adinda yang kini telah berusia 16 tahun. Tak heran, jika pada usia tujuh tahun, Adinda telah menguasai 4 gaya berenang sama seperti sang kakak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/berita-jatim-m-dimas-permana-taufik-adinda-larasati-dewi-kirana_20160226_185401.jpg)