Citizen Reporter
Apapun Perasaanmu Ekspresikan Diri dengan Pop-Up
apapun suasana hatimu, sedih ataukah gembira, ekspresikan dengan pop-up...
Reportase : Siti Nur Zumrotun Niswah
Mahasiswi Sastra Indonesia, Universitas Negeri Malang
zumrotun.niswah@yahoo.co.id
POP-UP, mungkin bagi sebagian orang masih terasa asing. Pop-up bisa berupa kartu ucapan bahkan buku cerita tiga dimensi dengan gambar timbul dan tulisan timbul ketika dilihat.
Sebagai kartu ucapan, pop-up bisa mewakili ekspresi kegembiraan saat pernikahan, wisuda, dan sebagainya. Dalam wujud buku, pop-up tentu jauh lebih menarik lagi.
Kini, pop-up banyak diburu untuk dijadikan hadiah. Itu yang menjadi alasan bagi Tika, sapaan akrab Surya Wirantika, menjadi perajin pop-up. Hampir dua tahun Tika menggeluti usaha ini. Alasannya, ia senang pada hal-hal berbau kesenian.
Ide awal bisnis yang diberi nama Teepopupframe ini saat Tika secara iseng memberikan kado berupa pop-up kepada teman kuliah di Malang. Respons yang diterima sungguh menarik, karena banyak yang berminat dan kemudian memesannya.
Mulanya, promosi dilakukan dari mulut ke mulut. Pemesan mulai banyak, sehingga Tika juga mempromosikannya melalui media sosial. Cara ini rupanya cukup membantu mengembangkan bisnisnya.
Pop-up berbeda dari kartu ucapan karena bentuk timbul atau tiga dimensi. Butuh ketelitian, kesabaran, dan ketekunan tinggi untuk mengkreasikannya.
Sebelum mulai membuat pop-up, Tika meminta tema yang diingin pelanggan, baru kemudian ia membuat desain. Dari desain masih dikonsultasikan dengan pelanggan, apakah sesuai atau masih ada yang kurang pas. Setelah ketemu kesesuaian, desain kemudian dicetak dan ditata sedemikian rupa hingga menjadikan gambar timbul tiga dimensi. Selanjutnya pop-up dibingkai agar lebih manis dan tidak rusak saat dibawa.
Dalam menekuni usahanya, Tika sangat mengutamakan kepuasan konsumen. Baginya, pembeli adalah raja. Pebisnis muda yang satu ini tak ingin pelanggannya kecewa.
Saat ini, pop-up kreasi Tika tak hanya dilirik pembeli dari Pasuruan saja, tetapi juga dari luar Pasuruan. Mengenai harga pop-up ini, Tika membanderolnya mulai dari seratus ribu rupiah hingga seratus lima puluh ribu rupiah, bergantung ukuran dan tingkat kerumitan pop-up.
Sebagai pebisnis yang telah meraup kesuksesan di usia muda, Tika yang membuka home industry di Kelurahan Pekuncen, Kecamatan Bugulkidul, Pasuruan itu berbagi tip, ketika seseorang memulai usaha, atau memulai suatu pekerjaan, terlebih dahulu cintai pekerjaan tersebut. Sukai bidang yang akan ditekuni untuk hasil yang maksimal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/pop-up_20160226_174928.jpg)