Berita Pemprov Jatim
Karpet Motif Batik Kuno Hiasi Ruang Kerja Gubernur Soekarwo
"Ini penting, sebagai upaya mempertahankan tradisi dan warisan leluhur," ujarnya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network), Selasa (23/2/2016).
Penulis: Mujib Anwar | Editor: Yoni
SURYA.co.id | SURABAYA - Mempertahankan tradisi dan warisan budaya leluhur terus diugemi Gubernur Jatim, Soekarwo.
Mulai hal yang prinsip, hingga sesatu yang sederhana.
Upaya itu, salah satunya ditunjukkan oleh Pakde Karwo, saat memilih karpet lantai yang dipakai di ruang kerja Kompleks Kantor Gubernur, Jalan Pahlawan, maupun Gedung Negara Grahadi, di Jalan Gubernur Suryo, Surabaya.
Orang nomor satu di Jatim ini, minta desain karpet, mengadaptasi motif batik.
Warisan asli Indonesia, yang pada 2 Oktober 2009 oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organisation (UNESCO) resmi ditetapkan sebagai warisan budaya dunia.
Menurut Pakde Karwo, dengan memakai motif batik untuk karpet yang akan dipasang, ciri khas Indonesia dan Jawa Timur-nya tetap ada.
"Ini penting, sebagai upaya mempertahankan tradisi dan warisan leluhur," ujarnya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network), Selasa (23/2/2016).
Akhirnya Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang Jatim, diminta untuk membuat desainnya. Desain khusus ini, untuk menggantikan karpet model dengan desain ala Eropa, yang telah dipakai lebih dari 10 tahun.
Nah, dari lebih 1.300 motif batik yang ada di Jatim. Pilihan, akhirnya jatuh pada batik motif parang dan motif kawung.
Batik Parang merupakan salah satu motif batik yang paling tua di Indonesia. sudah ada sejak zaman keraton Mataram Kartasura. Parang berasal dari kata Pereng yang berarti lereng. Perengan menggambarkan sebuah garis menurun dari tinggi ke rendah secara diagonal.
Sedangkan Motif Kawung, berpola bulatan mirip buah Kawung (sejenis kelapa, kadang juga dianggap buah kolang-kaling) yang ditata rapi secara geometris. Motif ini juga diinterpretasikan sebagai gambar bunga teratai dengan empat lembar daun bunga yang merekah.
Kabid Tata Bangunan Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang Pemprov Jatim, Mohammad Rudy Ermawan menjelaskan, susunan motif Parang dengan bentuk dasar huruf S, artinya jalin-menjalin dan tidak terputus. Huruf S diambil dari ombak samudra.
"Ini melambangkan kesinambungan dan semangat yang tak pernah padam," terangnya.
Sedangkan bunga teratai, kata Rudy, adalah bunga yang melambangkan umur panjang dan kesucian.
"Motif Kawung biasanya diberi nama berdasarkan besar-kecilnya bentuk bulat-lonjong yang terdapat dalam suatu motif tertentu," imbuhnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/berita-surabaya-karpet-batik-guna-di-gedung-grahadi-surabaya_20160223_120902.jpg)