Breaking News:

Bandara Juanda

Bandara Juanda Ungguli Bandara I Gusti Ngurah Rai, Apa Pertimbangannya?

#SURABAYA - Bandara Juanda dengan pengelolaan terbaik di antara 13 bandara di Jateng, Jatim, Bali, dan seluruh Indonesia Timur.

nuraini faiq
KARAWITAN - Pesiden dan para waranggana seni musik Jawa saat di Bandara Juanda. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Bandara Internasional Juanda Surabaya meraih penghargaan sebagai bandara dengan pengelolaan terbaik di antara 13 bandara di Jateng, Jatim, Bali, dan seluruh Indonesia Timur.

Salah satunya adalah rutin disajikannya layanan Langgam Jawa di ruang tunggu penumpang.

"Bisa jadi demikian. Tapi tentu tak hanya faktor itu. Utamanya faktor layanan, keaamanan, dan kenyamanan. Langgam Jawa itu bagian dari layanan kepada penumpang. Mereka bisa rileks saat menunggu terbang atau bahkan saat delay," kata General Manajer PT Angkasa Pura 1 Juanda, Yuwono, Minggu (21/2/2016).

Baru saja, Dewan Komisaris PT Angkasapura I di Jakarta telah menilai 13 bandara di Jateng, Jatim, Bali, dan seluruh bandara di Indonesia Timur.

Bandara Juanda Surabaya yang berlokasi di Sidoarjo ditetapkan menjadi juara pertama pengelolaan bandara terbaik kategori kelas A.

Yakni bandara dengan jumlah penumpang di atas 25 juta per tahun.

Komisaris pusat itu menetapkan bahwa di bawah Juanda adalah Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan. Baru juara tiga adalah Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali.

Kemenangan Bandara Juanda tersebut diumumkan pada puncak perayaan HUT AP I di kantor Pusat Angkasa Pura I, Kemayoran, Jakarta, pada Minggu siang tadi.

Penilaian terhadap 13 bandara itu telah dilakukan sejak Oktober hingga Desember 2015. Namun baru diumumkan hasilnya tadi siang.

Tim penilai telh megamati dan mendata semua aspek sepanjang 2015. Aspek yang dinilai meliputi pelayanan 40%, safety dan security 40%, serta kreativitas 20%.

“Kerja keras pengelola harus diapresiasi. Ini untuk menumuhkan iklim kompetisi memberikan layanan terbaik kepada pengguna jasa bandara," Andrinof Chaniago, President Commisioner Angkasa Pura I.

President Director Angkasa Pura I Sulistyo Wimbo Hardjito menargetkan agar semua bandara yang dikelola AP I bisa memenuhi persyaratan minimum. Utamanya menambah garbarata di Bandara El Tari Kupang dan Bandara Frans Kaisiepo Biak.

“No Airport Left Behind itu menunjukkan kualitas layanan. Semuanya harus terstandar. Tak ada lagi perbedaan airport di Jawa dan luar Jawa. Semua harus sama dan terstandardisasi," kata Wimbo.

Diakui bahkan belum semua bandara sesuai dengan pelayanan minimum. Seperti, Bandara Pattimura Ambon, Bandara Frans Kaisiepo Biak, dan Bandara El Tari di Kupang.

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved