Senin, 18 Mei 2026

Citizen Reporter

Agar Tak Sesat, Awas Jangan Mengumpat di Telaga Pegat

banyak yang meyakini siapapun yang bersikap tak senonoh dan bicara kasar di kawasan Telaga Pegat, silakan menanggung risikonya sendiri...

Tayang:
Editor: Tri Hatma Ningsih
istimewa
Telaga Pegat Gresik 

Reportase : Nurus Sa’adah
Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Trunojoyo Madura
nurussaadah36@yahoo.co.id

MEMASUKI kawasan Gresik, nama Sunan Giri tak asing lagi di telinga. Terlebih, makam Sunan Giri berada di Gresik. Namun, tak semua orang tahu tempat-tempat peninggalan Sunan Giri di sana. Telaga Pegat adalah salah satunya.

Terletak di Desa Giri, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Tepatnya 300 meter tenggara makam Sunan Giri. Nama telaga memang terdengar aneh. Pegat dalam bahasa Jawa berarti pisah atau cerai.

Ada beberapa versi cerita yang berkembang di masyarakat Kebomas,  Gresik. Dinamakan telaga Pegat karena danau kecil ini menjadi pemisah antara Gunung Patireman dan Gunung Bagong.

Sampai kini saya masih belum tahu di mana letak kedua gunung tersebut. Ada yang mengatakan kalau Telaga Pegat dulunya merupakan perwujudan kendil Sunan Giri. Kendil tersebut digunakan untuk menghidupi para santri dan warga sekitarnya.

Terlepas dari benar-tidaknya kisah Telaga Pegat, Pemerintah Kota Gresik mecanangkan telaga Pegat sebagai warisan cagar budaya yang harus dilindungi.

Telaga ini banyak dihuni ikan. Setiap orang yang meluangkan waktu ber-rekreasi di sana menyempatkan mengail ikan di sana. Walau, sebagian orang memercayai ikan hasil tangkapan tersebut tidak untuk diperjualbelikan, namun untuk makanan sehari hari.

Saat bertandang ke Telaga Pegat, Selasa (9/2/2016), kondisinya memang kurang terawat. Seluruh permukaan telaga ditumbuhi tanaman kangkung. Sebutan telaga yang biasanya identik dengan kebersihan air dan pesona alam yang meneduhkan itu ternyata tak terlihat di sana.

Telaga Pegat juga digunakan warga sekitar untuk mandi dan mencuci pakaian. Siapa pun bisa mandi di sana asalkan tetap menjaga adat sopan santun. Bahkan, Anda tak diperkenankan berkata-kata kotor atau melakukan tindakan tidak sopan lainnya. Apalagi mengeluarkan ucapan yang menghina atau mencela telaga tersebut. Kalau hal itu dilanggar, risiko ditanggung sendiri.

      


 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved