Sabtu, 11 April 2026

Berita Bojonegoro

Antisipasi Luapan Air Bengawan Solo, Bojonegoro Berlakukan Siaga II

Di daerah hulu ketinggian air ada kecenderungan turun, tapi di daerah hilir, air masih akan naik.

iksan fauzi
Pemukiman Ledok Wetan, Kelurahan Ledok Wetan, Kecamatan Bojonegoro saat digenangi air dari luapan Sungai Bengawan Solo setinggi lutut orang dewasa. 

SURYA.co.id | BOJONEGORO - Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro, memberlakukan siaga II menghadapi banjir luapan Bengawan Solo, Sabtu (13/2/2016).

Saat ini, ketinggian air di Bojonegoro 14,20 meter.

"Di daerah hulu ketinggian air ada kecenderungan turun, tapi di daerah hilir, air masih akan naik," kata Petugas Posko UPT Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro Yanto, Sabtu (13/2/2016).

Ia menjelaskan ketinggian air di Karangnongko, Kecamatan Ngraho, sekitar 70 kilometer dari kota, dalam waktu bersamaan turun menjadi 27,72 meter, yang semula tertinggi 28,07 meter, pukul 24.00 WIB.

"Kami hari ini belum menerima laporan ketinggian air Bengawan Solo di Jurug, Solo, Jawa Tengah dan Ngawi," jelasnya.

Sesuai data, kata dia, ketinggian air di daerah hilirnya, mulai Babat, Plangwot/Karanggeneng, Laren dan Kuro, juga masih siaga banjir, dengan ketingian masing-masing 7,21 meter (II), 5,47 meter (II), 4,13 meter (II) dan 1,87 meter (I).

Daerah rawan banjir luapan Bengawan Solo ebanyak 44 desa yang tersebar di 11 kecamatan, di antaranya, di Kecamatan Baureno, Kanor, Balen, Kapas, Kota, Trucuk, Dander, Kalitidu, juga kecamatan lainnya.

Sumber:
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved