Pariwisata
Cerita Mistis di Balik Eksotisnya Pulau Berhala di Selat Malaka
#WISATA - Di sebelah tenggara Pulau Berhala ada Sokong Nenek yang ketika surut tersambung dengan pantai Pulau Berhala, dan saat pasang akan terpisah.
SURYA.co.id | SEIRAMPAH - Pulau Berhala. Namanya saja sudah unik. Apakah dulu dihuni para pemuja benda yang dianggap jelmaan Tuhan?
Pulau itu terletak di Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara.
Pulau ini berbentuk bulat seperti tempurung dengan garis pantai yang panjang, diapit 2 anak pulau atau 2 sokong.
Di sebelah tenggara pulau ada Sokong Nenek yang ketika surut akan tersambung dengan pantai Pulau Berhala, dan saat pasang akan terpisah.

Sokong Nenek yang letaknya bersebelahan dengan Pulau Berhala
Anak pulau kedua, di sebelah timur laut, adalah Sokong Seimbang.
Banyak tour guide yang salah kaprah menyebut Sokong Seimbang sebagai Sokong Kakek, entah dari mana informasinya.
"Mungkin karena Sokong Nenek berada di sisi lainnya, sehingga anak pulau lainnya disebut Sokong Kakek padahal nama sebenarnya adalah Sokong Seimbang dan tertulis di plakat atau prasasti pulau," kata pemilik Endy Endriawan, pemilik Trip Wisata Travel4Pulau yang rutin membawa wisatawan ke pulau tersebut.
Sokong Seimbang berjarak 0.8 mil laut dari Pulau Berhala sehingga untuk mencapainya dari Pulau Berhala harus menggunakan kapal, tidak sedekat keberadaan Sokong Seimbang.
Keindahan kedua anak pulau ini dapat dilihat secara utuh dari puncak mercusuar. Bentuknya bulat seperti batok kelapa dan tampak dirimbuni pohon tinggi sehingga tidak tampak ada keberadaan area pasir di pinggir pantainya.

"Pulau berhala sebelum tahun 2000-an hanya dijaga oleh petugas dari Distrik Navigasi, Dishub Republik Indonesia. Tugas mereka adalah untuk menjaga mercusuar agar tetap menyala karena fungsinya sangat vital untuk pelayaran kapal-kapal besar di Selat Malaka. Sebagaimana kita ketahui, Selat Malaka adalah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia. Setiap hari ratusan bahkan ribuan kapal melintasi selat ini," kata Endy.
Menurut Dio Syahputra, Komandan Marinir yang menjaga pulau tersebut, karena isu perebutan pulau oleh negara tetangga, Pulau Berhala mulai dijaga TNI.

Anggota marinir berkumpul di dekat pantai Pulau Berhala.
Biasanya, anggota TNI itu terdiri dari sebagian besar Marinir (1 peleton 34 orang) dan satu regu atau 10 orang anggota TNI Angkatan Darat.
"Dua anak pulau ini tidak kami tempati karena memang tidak ada lahan untuk bermukim. Tapi konon, ada seorang nenek yang menempati Pulau Sokong Nenek hingga kuburannya pun berada di sana. Tapi saya sendiri belum pernah lihat langsung kuburannya kalau sedang patroli mengelilingi pulau," katanya.
Cerita dari mulut ke mulut soal seorang nenek yang dulunya hidup sendiri di Pulau Sokong Nenek pun membuat pulau tersebut sedikit mistis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/pulau-berhala-di-selat-malaka_20160203_011122.jpg)