Selasa, 7 April 2026

Lapsus Gagal Ginjal

Desy Senang Ada Food Court di Sekolah

“Tapi, kejadian itu sudah lama sekali,” katanya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Penulis: Benni Indo | Editor: Yoni
surya/Benni Indo
Siswa SD saat membeli makanan di sekolahnya 

SURYA.co.id | SURABAYA - Melarang siswa jajan saat istirahat sekolah terbukti tidak efektif. Masih saja ada anak yang mencuri-curi waktu untuk beli jajan yang dijajakan penjual di luar pagar sekolah. Guru harus mencari solusi yang lebih tepat untuk mengatasi masalah ini.

SD Muhammadiyah 4 Surabaya berencana membangun food court di lingkungan sekolah. Ini agar para siswa tidak beli makanan, yang belum terjamin kesehatannya, di luar sekolah.

Kepala SD Muhammdiyah 4 Surabaya Edy Susanto mengatakan, sebenarnya sudah ada aturan yang melarang siswa jajan sembarangan. Bahkan, jika ada yang ketahuan jajan di luar, bisa dikenai sanksi pelanggaran.

Edy menceritakan, dulu pernah ada siswa yang mual-mual setelah jajan di luar sekolah. Usai kejadian itu, sekolah mulai memperketat pengawasan agar peristiwa serupa tidak terulang.

“Tapi, kejadian itu sudah lama sekali,” katanya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Sanksi dan larangan jajan menurutnya tidak cukup. Harus ada solusi bagaimana caranya anak bisa jajan dengan aman. Untuk itulah, food court segera dibangun di sekolah itu.

Semua makanan di food court harus alami dan higienis. Sedangkan makanan ringan kemasan yang beredar harus telah terdaftar di BPOM.

"Kantin kami juga ada legalitas dari Dinkes Kota Surabaya bahwa kantin menjual makanan yang layak,” papar Edy.

SD Muhammadiyah 4 Surabaya memiliki 1.611 pelajar. Untuk memenuhi kebutuhan mereka, food court akan dibangun dua lantai, dan makanan disajikan semi prasmanan, sehingga siswa bisa mengambil sendiri atau diambilkan petugas.

Kehadiran food court di SD Muhammdiyah 4 Surabaya ditanggapi positif orangtua murid. Desy Usianawati (45), sebagai wali murid dua siswa di sekolah itu, mengaku lega mendengar sekolah akan membangun food court.

Selama ini, Desy disiplin menjaga anaknya agar tidak jajan di luar. Ia menyadari betapa berbahaya jajanan yang tidak sehat bagi kesehatan kedua buah hatinya.

Agar anak-anaknya tidak jajan sembarangan di sekolah, Desy selalu membawakan bekal makanan dan tidak memberi uang saku.

Desy juga ikut memberi saran, akan lebih baik lagi kalau food court menyediakan kartu makan. Dengan begitu, siswa tidak perlu membawa uang fisik untuk membeli langsung. Desy khawatir anaknya tetap bisa jajan di luar jika masih membawa uang.

Sedangkan Asbari (68) yang selalu rutin antar-jemput cucunya juga mendukung adanya food court di SD Muhammadiyah 4 Surabaya. Ia bahkan berharap ada dukungan dari pemerintah atau badan tertentu agar pantauan makanan yang disediakan di sekolah betul-betul baik.

Asbari yang tinggal di Kapas Madya Baru, Surabaya Timur itu sering telat menjemput cucunya karena jarak dan jalan yang sering macet. Sambil menunggu kedatangannya, cucunya sering bermain-main di sekitar sekolah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved