Balap Sepeda BMX
VIDEO - Balap Sepeda BMX Bukan Olah Raga Murah, Seperti Ini Serunya
Event ini dihadiri para atlet dari berbagai daerah di Jawa, mulai Banyuwangi di Jawa Timur, Kendal di jawa Tengah, sampai Jakarta.
SURYA.co.id | BLITAR - Balap sepeda BMX memang kurang populer dibanding cabang olah raga lain. Padahal, olah raga itu juga dipertandingkan mulai level Pekan Olah Raga Nasional (PON) sampai Olimpiade.
Meski demikian, atlet dan penggemar cabang olah raga ini tetap eksis. Buktinya saat event Blitar BMX & MTB Cross di lapangan Kelurahan Togogan, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, 24 Januari 2016.
Event ini dihadiri ratusan atlet, sebagian perempuan, dari berbagai daerah di Jawa, mulai Banyuwangi, Bondowoso, Jember dan Malang di Jawa Timur, sampai Yogyakarta, Kendal di Jawa Tengah sampai Jakarta.
Lomba itu mempertandingkan berbagai kelompok usia, mulai 5-6 tahun hingga 17 tahun ke atas. Biaya pendaftarannya Rp 100.000 per peserta.
Hadiahnya tidak besar jika dibanding total biaya alat tanding dan ongkos transportasi serta biaya lain-lain.
Namun, atlet dan pendukung olah raga ini tetap antusias meski harus keluar ongkos besar.
Salah satunya Nurfaif Abbas, manajer Bahurekso BMX Academy dari Kendal.

Alumnus Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang ini membawa likuran pebalap mulai umur 5-6 tahun sampai 17 tahun ke atas.
"Kalau pebalap yang masih kecil, orangtuanya harus ikut," kata Faif.
Ia menyadari, cabang olah raga ini tidak populer namun pemerintah tetap harus mendukung. "Jangan hanya sepak bola saja yang dibantu," katanya.
Faif bersyukur, Pemkab Kendal turut membantu, meskipun berupa bus inventaris untuk mengangkut para atlet dan orangtuanya.
"Kalau sepedanya kami angkut pakai mobil terpisah," ujarnya.
Rombongan Bahurekso BMX Academy tiba di Blitar sehari sebelum lomba. Mereka diinapkan di rumah penduduk sekitar.
"Saya sejak tahun 2.000-an sering main di sini, sejak kuliah di Malang. Makanya, teman-teman di sini masih hafal dengan saya," tuturnya.