Breaking News:

Berita Surabaya

Misi Kemanusiaan di Bekas Wilayah NKRI Timor Leste, Kerahkan KRI Soeharso

"Empat hari perjalanan baru sampai Timur Leste. Baksos digelar 30 Januari - 4 Februari 2016," kata Pangarmatim Laksamana Muda TNI Darwanto.

surya/ahmad zaimul haq
Kapal Rumah Sakit KRI dr Soeharso (SHS)-990 yang membawa 250 orang anggota tim kesehatan berangkat untuk melaksanakan misi pelayanan kesehatan di Republic Democratic of Timor Leste pada 30 Januari sampai 4 Februari 2016. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Kementerian Pertahanan dengan menggandeng seluruh satuan TNI menggelar baksos di Timor Leste. Misi kemanusiaan di bekas kota wilayah bekas Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) itu berupa pengobatan dan operasi gratis di atas KRI dr Soeharso (SHS) 990.

Selain misi sosial, ada juga misi dilomatik Kementerian Pertahanan menggelar baksos di Republic Democratic of Timor Leste (RDTL), salah satu wilayah yang sudah lepas dari NKRI. Dulunya Timor Timur.

Senin (25/1/2016), Kementerian mengirimkan Kapal Rumah Sakit SHS. Tadi pagi, melalui upacara militer, RS apung ini bertolak ke Timor Leste.

"Empat hari perjalanan baru sampai Timor Leste. Baksos digelar 30 Januari - 4 Februari 2016," kata Pangarmatim Laksamana Muda TNI Darwanto.

Diperkirakan RS apung itu akan melayani pengobatan hingga operasi gratis 2.000 warga Loro Sae.

Misi sosial itu diawaki 150 dan 250 personel. Mereka terdiri dari tenaga spesialis RS Gatot Subroto Ditkesad, dan Yonkes 2/2 Kostrad, satgakes TNI AL dari RS dr Ramelan, Yonkes 1 Marinir dan Satgakes TNI AU dari RSAU dr Hardjoloekito dan RSAU dr Esnawan.

Kapal Induk RS itu dilepas di Dermaga Semampir, Koarmatim, Ujung, Tanjung Perak, Surabaya.

Pelepasan oleh Pangarmatim dan Dirjen Kekuatan Pertahanan Laksamana TNI Agus Purwoto, dan Dirkes Dirjen Kekuatan dan Pertahanan Kemenhan Brigjen TNI Hardjanto.

Baksos itu dilakukan pengobatan umum, gigi dan pemeriksaan dini stroke, operasi katarak, pterygium, bibir sumbing, hernia, struma, hemeroid, lipoma, tonsilektomi dan khitan.

"Indonesia kerap dibantu negara lain. Kami juga harus membantu negara lain," ujar Pangarmatim Darwanto.

Bangunan kerja sama antarnegara itu harus tentus ditingkatkan. Ada masalah yang belum tuntas dengan Timor Leste adalah menyangkut wilayah perbatasan. Tentu penyelesaiannya dengan misi lain.

Dirjen Kekuatan Pertahanan Laksamana TNI Agus Purwoto menjelaskan bahwa misi sosial itu menindaklanjuti UU RI No. 4/2015, 10 Maret 2015.

UU itu mengatur Pengesahan Persetujuan Antara Indonesia dengan Timur Leste di bidang pertahanan. Kemhan RI dan TNI melakukan kegiatan misi pelayanan kesehatan di Dili,Timor Leste. "Kami juga membawa misi diplomatik," kata Agus.

Pelayaran berlangsung empat hari. Pejabat onboard dalam pelayaran ke Timor Leste di antaranya, Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kementerian Pertahanan (DWP Kemhan) Ny Nora Ryamizard Ryacudu, Karumkital dr Ramelan Laksma TNI I Dewa Gede Nalendra DI SpB, SpBTKV (K), dan Dirkes Kuathan Kemhan Brigjen TNI Hardjanto.

Kapal Rumah Sakit KRI dr Soeharso (SHS)-990 yang membawa 250 orang anggota tim kesehatan berangkat untuk melaksanakan misi pelayanan kesehatan di Republic Democratic of Timor Leste pada 30 Januari sampai 4 Februari 2016.

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved