Rabu, 15 April 2026

Berita Ekonomi

Semua Beras Impor Masuk Jatim, tapi Tak Boleh Beredar di Jatim, Ini Taruhannya

“Kalau sampai merembes atau diedarkan di Jawa Timur, sedikitpun, saya taruhannya. Secara pidana maupun secara perdata,” tegas Witono.

Penulis: M Taufik | Editor: Parmin
Mujib Anwar
Witono, Kepala Perum Bulog Divre Jatim. 

SURYA.co.id | SURABAYA – Semua beras yang diimpor oleh pemerintah Indonesia, masuk ke Jawa Timur. Tapi, Jawa Timur sendiri memutuskan untuk tidak menggunakan beras impor sama sekali. Beras impor datang ke Jatim, ditampung di Jatim, untuk kemudian disalurkan ke 21 Provinsi di Indonesia.

“Kalau sampai merembes atau diedarkan di Jawa Timur, sedikitpun, saya taruhannya. Secara pidana maupun secara perdata,” tegas Witono, Kepala Divre Bulog Jawa Timur kepada Surya pekan kemarin.

Dijelaskan, target nasional untuk impor beras tahun 2016 sebanyak 520.000 ton. Baru-baru ini, sudah datang beras impor sekitar 90.000 ton. Ditambah stok beras impor yang sebelumnya ada, total beras impor yang tersimpan di Jawa Timur mencapai kisaran 300.000 ton.

Semua beras impor tiba di Pelabuhan Tanjung Perak. Kemudian dibawa ke sejumlah gudang milik bulog, termasuk di Buduran, Sidoarjo, di gudang Mojo, serta di gudang Kejapanan, Pasuruan.

“Karena di daerah lain banyak yang tidak memiliki gudang penyimpanan untuk sebanyak itu. Jadi, dari Jawa Timur baru didistribusikan ke daerah lain melalui pelabuhan Tanjung Perak,” paparnya.

Pengawasan ketat terhadap beras impor dilakukan oleh Pemprov Jatim bersama pihak terkait lain. Disampikan Jumadi, Kepala Biro Perekonomian Pemprov Jatim, beras yang datang disertai surat keterangan dari Bulog tentang tujuan beras.

“Sebagaimana kebijakan Pemprov Jatim, beras impor tidak boleh beradar di Jawa Timur. Dan surat dari Bulog juga jelas tertulis dijamin beras itu hanya bongkar di Jawa Timur, tapi tidak diedarkan,” ujar Jumadi.

Jumlah beras yang datang, terus didata dan diawasi. Kemudian data itu harus sama dengan proses distribusi atau pengiriman ke daerah lain.

“Jika datang 10, berarti harus keluar lagi 10. Demikian halnya data stok di gudang penyimpanan. Disperindag Jatim juga kordinasi dengan Disperindag Kabupaten/Kota. Setiap bongkar-muat semua ada laporannya,” tandasnya.

Jika sampai merembes, atau terungkap ada beras impor beredar di Jatim, maka Pemprov Jatim berjanji untuk menindak tegas.

Termasuk, meminta aparat penegak hukum memprosesnya. Tapi, disampaikan dia, sejauh ini semua berjalan sebagaimana prosedur dan ketentuan yang ada.

Operasi Pasar
Stok beras di Jatim sendiri, sejauh ini masih sangat aman. Bulog Jatim masih memiliki stok sekitar 175.000 ton. Jumlah itu aman, termasuk untuk kebutuhan beras miskin (Raskin) juga terhitung aman hingga April mendatang.

Yang menjadi masalah hingga sekarang adalah harga beras. Di Jawa Timur, harga naik dan bertahan di angka tinggi hingga menjadi salah satu penyumbang angka inflasi.

Bulog bersama Pemprov Jatim pun memutuskan untuk menggelar operasi pasar guna menstabisai harga beras di pasaran.

Witono menyebut, untuk operasi pasar ini Bulog telah menyiapkan 10.000 ton beras.
“Kanikan harga memang masih di bawah 10 persen, tapi operasi pasar tetap penting untuk menekan kenaikan harga. Waktunya tidak berbatas, kalau bisa sampai kanaikan 0 persen,” katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved