Berita Ekonomi
Pertumbuhan Peti Kemas Pelabuhan Tanjung Perak Turun, Apa Sebabnya?
#Bisnis #Surabaya Pelabuhan Tanjung Perak mengalami perlambatan arus peti kemas, baik itu ekspor ataupun impor. Angkanya baru mencapai 1 persen.
Penulis: M Taufik | Editor: Adrianus Adhi
SURYA.co.id I SURABAYA - Arus Peti Kemas internasional atau Peti Kemas ekspor-impor di Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya, Jawa Timur melambat di tahun 2015.
PT Terminal Peti Kemas Surabaya (TPS), anak usaha Pelindo III yang menguasai 92,61 persen pasar Peti Kemas internasional di Pelabuhan Tanjung Perak mencatat, Peti Kemas ekspor sepanjang 2015 mencapai 605.002 teus.
Angka ini lebih rendah dibanding tahun 2014 sebanyak 600.067 teus. Sedangkan Peti Kemas impor, tahun 2015 sebanyak 607.195 teus selisih sedikit dibanding 2014 sebanyak 606.574 teus.
“Dari jumlah itu, secara keseluruhan ada pertumbuhan 1 persen. Meski kurang signifikan, pertumbuhan ini menunjukkan kinerja perusahaan yang tetap terjaga dengan baik mengingat kondisi perekonomian yang belum stabil hingga saat ini,” kata Erika A Palupi, Legal and Comercial Manager PT Terminal Peti Kemas Surabaya, Rabu (20/1/2015).
Sementara arus Peti Kemas domestic, pertumbuhannya malah di bawah 1 persen. Tahun 2014 sebanyak 161.756 teus dan 2015 di angka 162.904 teus.
Ini bisa dimaklumi karena porsi domestic di area Terminal Peti Kemas Surabaya memang sangat kecil, sumbangannya hanya sekitar 8,98 persen untuk pasar domestic di Tanjung Perak.
Secara total, arus Peti Kemas di Terminal Peti Kemas Surabaya mencapai 1.375.101 teus di tahun 2015.
Jumlah itu masih kurang dibanding target yang dipatok sejak awal tahun sebanyak 1.400.000 teus. Artinya, capaian kinerja PT Terminal Peti Kemas Surabaya baru mencapai 97,69 persen dari target.
“Karena kondisi perekonomian yang masih belum stabil, target untuk tahun 2016 juta tidak terlalu tinggi. Sepanjang tahun ini, target bongkar muat Peti Kemas sebesar 1.400.000 teus. Dengan meningkatkan fasilitas dan kapasitas layanan, manejemen yakin target itu bisa tercapai," sambung Humas PT Terminal Peti Kemas Surabaya, M Soleh.
Peningkatan fasilitas, diantaranya dengan melakukan pendalaman terhadap kolam dan kapasitas layanan, diusahakan semakin kuat dengan penambahan area.
Sejatinya, peningkatan kapasitas dan layanan ini dijadwalkan pada kuartal III-2016, tapi manejemen memutuskan untuk memajukannya ke kuartal I-2016.
Sementara data di Pelindo III menyebut, sepanjang tahun 2015 pertumbuhan arus peti kemas di Pelabuhan Tanjung Perak hanya 0,5 persen. Arus peti kemas hanya meningkat dari 3,1 juta teus menjadi 12 juta teus, karena lesunya perekonomian di luar negeri.
“Problem ekonomi luar negeri memperlambat demand untuk volume peti kemas, sehingga menyebabkan terjadinya pertumbuhan yang kecil tahun ini,” ujar Edi Priyanto, Kepala Humas Pelindo III.
Menurutnya kondisi tersebut cukup terlihat di Eropa, Afrika dan Amerika Utara. Negara-negara yang mengalami kelesuan pertumbuhan ekonomi menyebabkan penurunan pengangkutan peti kemas.
Namun beruntung, arus peti kemas domestik masih mendominasi sekitar 59 persen. Peningkatan arus peti kemas domestik salah satunya disebabkan adanya peningkatan jumlah rute pelayaran.