Bom di Sarinah

Ali Fauzi: Bom Fatwa di Jakarta, Sasarannya Polisi

"Dan pada 2000 - 2009 praktis para pelaku bom di Indonesia mereka punya kemampuan yang tidak bisa diragukan lagi," katanya.

Ali Fauzi: Bom Fatwa di Jakarta, Sasarannya Polisi
xinhua
Salah satu pria yang diduga pelaku pengeboman di Sarinah Jakarta berjalan tenang sembari memegang senjatanya, Kamis (14/1/2016). 

SURYA.co.id | LAMONGAN - "Bom Fatwa Meledak di Jakarta" itulah kalimat yang ditulis Ali Fauzi sang mantan kombatan dan ahli perakit bom saat mendengar ada ledakan bom di Sarinah.

Bahkan susunan kalimat itu dimunculkan dalam status BB Ali Fauzi.

Saat dikonfirmasi SURYA.co.id, saudara mendiang teroris Amrozi itu mengatakan, saat ini terjadi pergeseran target operasi kelompok teror di Indonesia.

"Kalau dulu far enemy (musuh jauh) sekarang near enemy (musuh dekat). Far enemy lebih menyasar simbol-simbol dan kepentingan barat, orang bule, gedung, kedutaan obyek vital barat dan lainnya," ujarnya, 14 Januari 2016.

Dulu sebelum ada pergeseran bom - bom yang diledakkan seperti bom Bali 1, bom Bali 2 bom Marriot 1, Marriot 2 disusul dengan bom kedubes Australia di jl Kuningan Jakarta, semua bom berskala besar mulai dari 350 Kilogram sampai 1 ton.

"Dan pada 2000 - 2009 praktis para pelaku bom di Indonesia mereka punya kemampuan yang tidak bisa diragukan lagi," katanya.

Saat itu ada Ali Imron, Ali Ghufron, Imam Samudra, doktor Azhari, Nordin M Top dan lainnya.

Mereka secara khusus dilatih ilmu pemboman di beberapa champ yg dimiliki Al qaeda.

Tapi kata, Ali Fauzi, pada era 2009-2015, target operasi lebih kepada target lokal near enemy.

Ada bom masjid Mapolres Cirebon, penembakan polisi di Jakarta, bom Mapolres Poso dan penembakan polisi di Bima.

Halaman
12
Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Yoni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved