Berita Malang
Kampus Ini Pecahkan Rekor MURI, Peserta Tadarus Terbanyak
Universitas Islam Malang (Unisma) mencatatkan rekor pada Museum Rekor Indonesia (MURI) hanya karena sebuah sarung.
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Adrianus Adhi
SURYA.co.id I SURABAYA - Universitas Islam Malang (Unisma) yang pernah mencatatkan rekor pada Museum Rekor Indonesia (MURI) hanya karena sebuah sarung, kembali mencatatkan rekor baru.
Pencatatan rekor itu terjadi pada Rabu (13/1/2016). Kala itu kampus berlatar belakang Nahdlatul Ulama ini menggelar Tadarus Al Quran dengan peserta 9.000 orang, ditambah dengan mengenakan sarung.
Bagi Muri, jumlah peserta itu merupakan yang terbanyak di Indonesia.
"Ini penciptaan rekor baru. Selain dari jumlah peserta juga baru ini ada kegiatan di dalam kampus," ungkap Siti Widayati kepada SURYA.co.id usai kegiatan tersebut, Rabu.
Rekor MURI ini tercatat di nomer 7291. Rekor ini juga merupakan rekor kedua MURI setelah kegiatan One Day One Juz di Jakarta dan kegiatan sholawatan dengan jumlah peserta terbanyak.
Sementara bagi Unisma, rekor tersebut merupakan rekor kedua. Sebelumnya, pada 22 Oktober 2015, Unisma juga mendapatkan rekor MURI dengan kegiatan mahasiswa kuliah yang mengenakan sarung saat perkuliahan. Jumlah peserta saat itu mencapai 8000 orang.
Rektor Unisma Prof Dr Masykuri Bakri memaparkan kegiatan pencatatan rekor ini menjadi bagian dari peluncuran Hari Al Quran di Unisma juga dalam rangka lustrum ke 7.
"Hari Al Quran ini kami launching sendiri, sehingga kegiatannya lebih terstruktur dan menjadi bagian pembinaan karakter," ungkap Masykuri.
Aplikasinya setelah ini, lanjut dia pada setiap Rabu pada minggu pertama setiap bulan, seluruh civitas akademi Unisma wajib membaca Al Quran selama satu jam sebelum Dhuhur. "Habis baca Al Quran satu jam setelah itu berangkat sholat," kata dia.
Untuk itu, kegiatan tidak mengganggu perkuliahan karena ditetapkan jadi student day sampai pukul 13.00 WIB. Namun untuk pembacaan Al Quran nantinya tidak berkumpul di satu titik. Tapi di tempat mereka dimana berada. "Termasuk rektorat," tambah Masyuri.
Menurut dia, pembiasaan ini jika diterapkan di Unisma diharapkan seluruh civitas hidup dan bekerja dengan dasar dan dibimbing Al Quran.
Lalu, bagaimana jika mahasiswa ada yang belum bisa membaca Al Quran? Menurut dia, ada sarana untuk menjajakinya dengan melakukan proses pre test. "Karena pasti ada yang bisa, setengah bisa, tidak bisa. Yang masih kurang bisa akan diberi pembinaan setiap Sabtu oleh lembaga di Unisma," katanya.
Kegiatan pencatatan rekor MURI pada Rabu dihadiri oleh Atase Keagamaan dan Kebudayaan Kedubes Arab Saudi di Indonesia, Dr Mustafa Ibrahim Al Mubarak.
Unisma juga mendapatkan hibah Al Quran dari Arab Saudi yang bisa dipakai untuk civitas akademi Unisma.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/unisma-rekor-tadarus_20160113_183351.jpg)