Berita Surabaya
Koarmatim Miliki Perenang Khusus Penanggulangan Bencana
Koarmatim sebagai Komando Utama TNI AL di Wilayah Timur memiliki kekuatan dan kemampuan untuk menanggulangi bencana banjir dan tanah longsor.
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA - Komando Armada Kawasan Timur Indonesia (Koarmatim) menerjunkan pasukan khusus katak atau peranang andal untuk penanggulangan bencana. Pasukan khusus ini akan bertugas bersama Satgas Bencana yang khusus dibentuk Armatim.
"Ini bagian operasi nonperang kami untuk penanggulangan bencana di seluruh wilayah operasional kami. Termasuk ancaman banjir dan tanah longsor. Kami siap membantu setiap saat," kata Kepala Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair) Kolonel Laut (T) Erwin Christiyadi G, Minggu (10/1/2016).
Seluruh pasukan yang tergabung dalam Satgas Bencana itu disiagakan mulai Januari. Mereka juga telah menggelar upacara kesiapan tanggap bencana di markas utama Koarmatim di Dermaga Madura. Semua pasukan telah digelar untuk kesiapan tugas khusus itu.
Dalam Gelar Pasukan Penanggulangan Bencana Tahun 2016, Koarmatim telah menyiapkan personel pendukung. Di antaranya dari satuan Wing Udara I sebanyak 10 personel. Kopaska sebanyak 21 personel beserta 3 Perahu Karet dan 2 Truk.
Dislambair disiagakan 31 peserta beserta 4 Perahu Karet dan 2 Truk. Divisi Pantai 21 personel dan 1 Perahu Karet. Diskes 10 personel dan 2 Unit Ambulans.
Selanjutnya Diskomlek 5 personel. Den Intel 5 personel, Pomal 5 personel beserta 1 mobil patwal dan 1 motor patwal.
Kemudian Satprov Denma 5 personel dan 1 mobil patwal dan 1 motor patwal, Denmako 31 personel, dan Disang 7 personel beserta 7 truk.
"Setelah tergabung dengan satgas bencana ini, saat itu juga semua pasukan siap diterjunkan ke lokasi bencana mana pun," tambah Edwin.
Kepala Dislambair bertindak selaku inspektur upacara dalam upacara gelar pasukan satgas bencana tersebut. Upacaranya sendiri telah digelar Jumat lalu.
Edwin mengatakan Apel Gelar Pasukan Satgas Penanggulangan Bencana di wilayah kerja Koarmatim Tahun 2016 merupakan langkah antisipasi dalam memasuki musim penghujan.
Banjir dan tanah longsor akan mengancam kawasan di wilayah Timur Indonesia. Bencana itu tidak hanya menimbulkan kerugian harta benda, tapi juga bisa korban jiwa yang terkena dampak bencana tersebut.
Disampaikan, Koarmatim sebagai Komando Utama TNI AL di Wilayah Timur memiliki kekuatan dan kemampuan untuk menanggulangi bencana banjir dan tanah longsor. Koarmatim beserta jajarannya dapat melaksanakan dengan cepat.
Koarmatim siap menggerakkan unsur serta personel untuk memberikan bantuan penanggulangan sesuai dengan kondisi medan dan situasi korban.
"Semua pasukan kami telah berpengalaman. Termasuk pasukan khusus renang. AirAsia juga kami yang memiliki peran penting mengangkat bangkai pesawat," kata Edwin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/apel-pasukan-khusus-bencana-koarmatim_20160110_175645.jpg)