Gara-gara Listrik Sering Padam, Kantor PLN Karimun Diserbu Ratusan Warga
"Kami bosan dengan cara kerja PLN. Pemadaman makin parah, tidak adil. Ada kawasan yang padam dua malam berturut-turut, ada pula yang padam siang hari
SURYA.co.id | KARIMUN - Gara-gara listrik sering padam, ratusan orang ngamuk merusak kantor PLN di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau,
Pada Kamis (7/1/2015) malam hingga Jumat dinihari, Kantor PT PLN Ranting Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, rusak berat setelah ratusan orang mengamuk dan merusak kantor PLN setempat.
Insiden perusakan tersebut berawal dari kedatangan sekitar 300-an warga ke Kantor PLN Tanjung Balai Karimun di Jalan Pertambangan, Kamis sekitar pukul 18.30 WIB.
Massa yang diduga dari Kecamatan Tebing dan Meral Barat tersebut langsung merusak kantor BUMN tersebut.
Pintu-pintu kaca di kantor tersebut pecah dan berserakan di lantai dilempari batu dan benda-bendar keras.
Papan nama PT PLN Tanjung Balai Karimun dirusak dan dipecah warga dengan batu.
Amuk massa mereda setelah sejumlah polisi dikerahkan untuk melakukan pengamanan.
Polisi membuat pagar betis untuk mencegah massa kembali merusak aset kantor tersebut.
"Kami bosan dengan cara kerja PLN. Pemadaman makin parah, tidak adil. Ada kawasan yang padam dua malam berturut-turut, ada pula yang padam siang hari padam lagi malamnya," ucap seorang warga di tengah kerumunan massa.
Beberapa warga mengatakan, PLN tidak menepati janji dalam aksi unjuk rasa beberapa waktu lalu, bahwa pemadaman bergilir akan disampaikan terlebih dahulu kepada masyarakat.
"Masa iya, listrik padam-padam terus. Ini sudah hampir sebulan terjadi pemadaman bergilir yang tidak adil, pilih-pilih. Alasannya pasti mesin rusak, gangguan dan perawatan. Apa tidak ada alasan lain?" ucap John Bulu, warga Tebing dengan kesal.
Usai merusak kantor PLN di Jalan Pertambangan, massa kemudian bergerak menuju gardu PLTD di Bukit Carok, Kecamatan Tebing.
Di gardu tersebut, mereka kembali mengamuk dan merusak beberapa properti milik PLN.
Setelah itu, massa membubarkan diri, namun sebagian kembali ke kantor PLN di Jalan Pertambangan, dan ditambah sejumlah warga dari kawasan lain.
Namun upaya mereka untuk merusak kantor tersebut gagal karena aparat keamanan sudah melakukan pengamanan dan memblokir jalan menuju kantor PLN.