Wisata Kuliner
Bakso Pak Jalil Taman Apsari, Rasa Kuah dan Pentolnya Nendang!
Yang membedakan bakso Pak Jalil dengan bakso lainnya di Surabaya adalah rasa pentol bakso dan kuah kaldu.
Penulis: Wiwit Purwanto | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.co.id | SURABAYA - Kuliner bakso sudah kondang di mana-mana. Bakso dengan ciri khas semakin mudah ditemukan di Surabaya.
Salah satunya, bakso Pak Jalil di Jalan Taman Apsari, sebelah patung Joko Dolog.
Bagi pencinta kuliner berkuah, bakso Pak Jalil yang dulu mangkal di Jalan Embong Wungu ini, sudah tidak asing lagi.

Warungnya sangat sederhana. Tak beda dengan warung kaki lima.
Sebuah rombong bakso yang sudah tua dan tenda terpal serta meja dan kursi kayu panjang sebagai tempat para penikmat kuliner ini bersantap.
Tapi jangan kira, pelanggan bakso Pak Jalil ini datang dari berbagai kalangan.
Hampir setiap siang dipastikan kendaraan roda empat memenuhi lahan parkir Jalan Taman Apsari.

Yang membedakan bakso Pak Jalil dengan bakso lainnya di Surabaya adalah rasa pentol bakso dan kuah kaldu dari daging serta bumbunya.
Pak Jalil tidak pelit memberi kuah serta bawang goreng dan bawang prei (ijo-ijo) yang terlihat memenuhi topping seporsi mangkok bakso.
Pipit Robwel, seorang pelanggan setia bakso Pak Jalil mengaku, rasa bakso Pak Jalil ini sudah pas.
"Beberapa warung bakso sudah pernah saya coba dan warung bakso Pak Jalil ini masih terenak," katanya.
Seporsi bakso Pak Jalil dibanderol seharga Rp 15.000, dengan 15 biji pentol. Jika terlalu banyak, Anda bisa meminta porsi separo saja.
Pentol yang tidak terlalu besar membuat kuliner bakso Pak Jalil banyak yang suka.
Ditambah lagi gorengan yang kenyal menjadikan makan siang semakin berselera.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/0701bakso-pak-jalil_20160107_101053.jpg)