Berita Unik
VIDEO - Suporter Klub di Israel Kompak Benci Islam, Lihat Tingkah Mereka
#ISRAEL - Lihat pada menit 6.50 dalam video di atas, beberapa suporter mulai marah, dan meninggalkan stadion!
Penulis: Aji Bramastra | Editor: Yuli
SURYA.co.id - Perbedaan politik, suku, ras, dan agama, adalah hal yang tak pernah ada dalam gelanggang olahraga.
Benarkah demikian?
Media berpengaruh Inggris, The Guardian, membuktikan hal itu tak sepenuhnya benar.
Melalui video dokumentasi yang mereka rilis pada 24 November 2015, The Guardian menunjukkan klub sepakbola bernama Beitar Jerusalem di Israel.
Ia salah satu klub besar di sana. Saat ini, klub ity berada di peringkat 4 klasemen sementara Israel Premier League atau Liga Utama Israel.
Bahkan, klub ini dikenal sebagai klub dengan basis suporter terbesar di Israel.
Yang mengejutkan, Beitar dikenal punya basis suporter pembenci Islam.
Kebanyakan, suporter Beitar merupakan anggota dari gerakan sayap kanan Israel.
Di stadion, mereka tak ragu menyanyikan lagu yang menyatakan bahwa mereka memang rasis: "Inilah kami... kelompok suporter paling rasis di negara ini.".
Suporter Beitar lebih tepat disebut sebagai pembenci Islam, daripada rasis.
Salah seorang pemain Beitar, Ofir Kriaf, mengakui, ada pemain mereka yang memeluk agama Katolik, dan terlihat berdoa di lapangan dengan melakukan gerakan membentuk tanda salib. Tapi fans tidak mempermasalahkan.
Hal sebaliknya ditunjukkan fans terhadap pemain muslim.
"Tapi fans tidak bereaksi, mereka diam saja. Sebaliknya mereka marah mendengar pemain muslim melakukan ibadah dengan gerakan sujud," kata Ofir Kriaf.
Kisah paling kontroversial dari klub ini terjadi pada musim 2012/2013.
Ketika itu, manajemen Beitar membuat keputusan kontroversial, untuk kali pertama merekrut pemain muslim dari Checnya, Kadiev dan Sadayef.