Citizen Reporter
Menguak Sisi Magis Pusaka Keris
saatnya mengucapkan selamat tinggal pada akik, ganti keris kembali naik pamor sebagai benda koleksi sekaligus investasi plus sisi magisnya...
Oleh : Adi Prasetiyo
Mahasiswa Universitas Airlangga Surabaya
adipras17@gmail.com
PELESTARIAN dan Pengembangan Budaya Keris sebagai Penggerak Ekonomi Global dan Lokal, menjadi tema seminar yang mempertemukan tiga narasumber, Sutomo (Direktur Keuangan SMF/pegiat budaya keris), Sukoyo Hadinegoro (budayawan/pegiat budaya keris), dan Djoko Dewantoro (Dosen FEB Universitas Airlangga/pegiat budaya keris).
Dihelat Jumat (20/11/2015) di Airlangga Convention Center, Kampus C Mulyorejo, Surabaya, menurut Sutomo, sebagai benda bernilai seni tinggi dan bukan benda biasa, keris memiliki berfungsi sebagai tanda kebesaran serta sebagai pelengkap dalam pakaian adat.
Sayangnya penjualan keris masih terbatas di lokasi tertentu, dan terbukti masih banyak orang lebih suka mencari keris lama dibandingkan keris baru.
“Keris bukan alat kriminalitas, sangat langka melihat kasus kriminalitas menggunakan keris,” ungkap Sutomo yang menambahkan sampai kini banyak pesanan keris datang dari mancanegara.
Sukoyo Hadinegoro menimpali, pembuatan keris tak lepas dari unsur-unsur alam seperti besi, baja, nikel, tembaga, dan sebagainya. Selain itu, keris pada zaman dahulu terbuat dari bongkahan logam yang jatuh dari langit atau meteorit sehingga banyak orang yang mencarinya karena keunikan keris itu sendiri.
“Sebagian masyarakat menganggap keris itu berhubungan dengan hal-hal gaib, misterius, berbau kutukan dan sebagainya. Mungkin itu karena legenda atau cerita rakyat yang turun-temurun diceritakan dari generasi ke generasi,” ungkap Sukoyo.
Keris, sambung Djoko Dewantoro, memiliki fungsi berbeda-beda dari zaman dulu sekarang. Zaman kerajaan Islam, keris berfungsi sebagai alat melegitimasi kekuasaan sekaligus media berdakwah. Lain lagi di zaman kini, keris sebatas benda koleksi sekaligus sumber investasi.
“Untuk pelestarian dan pengembangan keris dapat dilakukan dengan cara penguatan peran negara, penguatan komunitas pecinta keris, serta sosialisasi di masyarakat. Selain itu keris juga dapat membangun ekonomi kreatif masyarakat sehingga bisa menciptakan industri yang kreatif serta bisa menyejahterakan masyarakat,” saran Djoko Dewantoro.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/keris-bugis_20151126_185445.jpg)