Berita Lamongan
Gus Solah Hadiri Deklarasi Gerakan Bela Negara Lamongan
Dr Ir KH Sholahuddin Wahid duduk bersama rektor Universitas Negeri Surabaya (Unesa), dan seorang jendral Purnawiran di Lamongan membahas PKI
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Adrianus Adhi
SURYA.co.id l LAMONGAN – Deklarasi Gerakan Bela Negara di di Asrama Haji Jl Sumargo, Minggu (15/11/2015) menghadirkan tiga narasumber, yang membincangkan bahaya komunis, dan peran penting para pemuda.
Salah satu nara sumber dalam narasumber tersebut adalah Dr Ir KH Sholahuddin Wahid. Pemangku Pondok Pesantren Tebuireng Jombang memaparkan masyarakat tak boleh mendiskriminasikan, apa lagi menyalahkan secara membabi buta terhadap keluarga, keturunan yang dulu pernah terkait dengan Partai Komunis Indonesia (PKI).
“Tapi kami juga tak mau PKI tumbuh dan berkembang lagi di negara, karena sejarah dan pengalaman buruk yang pernah kita alami di masa silam,”kata pria yang akrab disapa Gus Solah ini.
Ditambahkannya, ia masih risih untuk merilis masalah sensitif seperti ini. Di sisi lain, ia ingin mengingatkan rakyat Indonesia akan bahaya PKI, serta Indonesia harus bertekad untuk tidak membuka ruang sedikitpun akan tumbuhnya kembali faham – faham PKI.
Tak beda jauh dengan apa yang diungkapkan Sholahuddin Wahid, Prof Dr Aminuddin Kasdi MS selaku Guru besar Unesa Surabaya, juga berharap jangan sampai terpancing dengan gerakan sisa-sisa orang PKI, yang mau mengembangkan dan berusaha membangkitkan mimpi tentang negara komunis.
“Bahkan cara itu juga dilakukan melalui media massa, buku-buku, dan semacamnya yang seolah-olah benar dengan bersumber kesaksian yang mereka peroleh,” paparnya.
Mayjend TNI (Purn) Kiflan Zen SIP MSi juga menambahkan agar kaum muda harus memperbanyak pengetahuan. Kaum muda boleh membaca semuanya, boleh mempelajari, termasuk boleh memahami semua ideologi karena di sana banyak ilmu pengetahuan.
“Tapi yang perlu digaris bawahi pada akhirnya kita sebagai manusia cerdas, memiliki hati nurani dan berakal dapat memilah dengan sendirinya mana ajaran yang baik, benar dan bisa di aplikasikan dalam kehidupan dan mana ajaran yang harus ditinggalkan karena menyalahi aturan dan kaidah,” ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/gus-sholah-dr-ir-kh-sholahuddin-wahid_20151115_195124.jpg)