Minggu, 12 April 2026

Berita Surabaya

Gapura Surya Nusantara, Terminal Mewah seperti Bandara

Hampir 1.000 orang, baik anak-anak, tua muda, laki perempuan, semuanya antre dan berebut antrean paling depan.

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Parmin
surya/nuraini faiq
Calon penumpang saat mengantre berjam-jam di Terminal Pelabuhan Gapura Nusantara Tanjung Perak. 

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Jeritan, tangisan anak kecil, dan teriakan orangtua saling bersautan di antara ratusan penumpang yang mengantre masuk Terminal Pelabuhan Gapura Surya Nusantara (GSN) Tanjung Perak, Surabaya.

Mereka harus betah tiga jam berdiri sambil menjaga barang bawaan mereka sambil mengantre.

Namun lalu lalang ratusan portir (jasa pemanggul barang) dan panjangnya antrean penumpang melenyapkan teriakan dan tangisan bocah kecil bersama ibunya tersebut.
Suara-suara itu nyaris tak terdengar karena saking banyaknya orang. Mereka semua berebut ingin cepat masuk pelabuhan penumpang GSN.

Begitulah suasana saat penumpang antre masuk Terminal Penumpang di Pelabuhan Gapura Surya Nusantara (GSN) Tanjung Perak Surabaya, Kamis (29/10/2015) sore.

Hampir 1.000 orang, baik anak-anak, tua muda, laki perempuan, semuanya antre dan berebut antrean paling depan.

Sambil mengantre, mereka juga memanggul sendiri barang bawaan. Kardus atau karung ukuran besar mereka panggul sendiri. Ada yang menyeretnya karena terlalu berat. Bagi yang punya uang, mereka bisa menyewa portir.

"Saya tadi minta gledekan (troli) ke petugas. Katanya habis," ucap Marwan, salah satu penumpang asal Jember.

Marwan mengajak tiga keponakannya ke Palangkaraya. Marwan harus memanggul tas besar. Dirinya nyaris berantem dengan portir karena troli hampir semua dikuasai portir.
Pantauan Surya.co.id, tidak hanya Marwan yang memprotes prilaku portir yang menguasai troli di pelabuhan yang mirip bandara ini.

Seorang penumpang perempuan juga bertanya, masih adakah troli. Namun oleh petugas di pelabuhan GSN, troli dinyatakan habis. Padahal banyak portir membawa troli.

"Saya manut mawon (pasrah)," ucap Murtini yang kembali di barisan antrean paling belakang tanpa membawa troli.

Petugas di pelabuhan menyebutkan bahwa jumlah troli memang masih terbatas. Saat ini baru ada 30 troli. Namun troli ini lebih sering dikuasai portir. Menurut data di Pelabuhan GSN total portir sebanyak 500 orang. Mereka kerap mendekati penumpang.

Berlaku jasa panggul untuk mereke. Sementara penumpang kebanyakan tak semua memanfaatkan jasa ini. Mereka tetap antre sambil memanggul barang bawaan.

Antrean dan lalu lintas barang bawaan di pelabuhan GSN Tanjung Perak masih jadi satu.

"Kalau barang dan penumpang masuk tidak jadi satu ya tidak ribet. Di sini semua penumpang dan barang diperiksa jadi satu. Pintu masuk juga satu. Ya antrenya jadi berjam-jam. Padahal pintunya pelabuhan ada dua," kata Fuadi, penumpang yang lain.

Para penumpang itu tak peduli antre lama sambil berdiri bersama keluarga.
Mereka bahkan tak peduli saat tiket dicek manual, harga tiket dibayar tak sama. Ke Palangkaraya tarif resmi Rp 331.000.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved