Berita Madiun
Wartawan Diancam Saat Liput Penyegelan Gerbang Padepokan PSHT
“Wartawan jangan foto, kalau dimuat, saya geruduk kamu,” teriak seorang pria dengan lagak pendekar kawakan.
Penulis: Doni Prasetyo | Editor: Yuli
Wartawan Jangan Foto, Saya Geruduk Kamu!
Ketua Pusat PSHT Sudirman seusai melakukan penyegelan, berusaha menyerahkan tujuh anak kunci itu kepada Polisi, namun ditolak.
Aksi penyelamatan perguruan PSHT Itu sempat diwarnai ancaman kepada wartawan yang akan memotret massa pemanjat pagar padepokan oleh salah seorang pengikut GPO.
“Wartawan jangan foto, kalau dimuat, saya geruduk kamu,” teriak seorang pria dengan lagak pendekar kawakan.
Beberapa pengikut yang lain sempat ikut-ikutan hingga memancin sedikit keributan. Insiden itu segera diketahui Mas Gembong yang dikenal sebagai sesepuh pendekar dan salah seorang keturunan pendiri PSHT.
Dia menegur tindakan segelintir massa pendompleng itu. Bahkan Mas Gembong menunjukan jiwa ksatria, segera meminta maaf kepada wartawan dan memperingatkan sejumlah pria yang tidak berseragam PSHT itu agar tidak mengumbar omongan sembarangan.
Dalam aksi itu, Mas Gembong sebagai Ketua GPO PSHT sempat menyerahkan tujuh anak kunci kepada petugas dari Polres Madiun, tapi penyerahan anak kunci itu ditolak.
“Sesuai instruksi Kapolres, kami tidak dapat menerima pemberian anak kunci itu. Silakan bapak-bapak pegang, jangan khawatir jika ada suatu persoalan tidak mungkin petugas asal main tangkap akibat laporan pihak tertentu,” ujar Kasat Binmas Polres Madiun AKP Sigit Siswadi.
Tentu saja dengan jawaban bijak Kasat Binmas Polres Madiun itu, kubu GPO PSHT dan Ketua Pusat PSHT Madiun Sudirman, tidak bisa berbuat banyak.