Pendidikan Surabaya
Banyak Angkat Tema Kebakaran
"Ini judulnya kabut," kata siswa kelas 12 SMKN 12 Surabaya itu.
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Yoni
SURYA.co.id | SURABAYA - Kertas gambar ukuran A3 dicorat-coreti pensil warna oleh Racmadani Qeisvara.
Tangan kanannya telaten mengaksir kertas putih itu. Mula-mula warna cokelat dan hitam dipakai untuk membentuk batang pohon. Secara bergantian, ia juga memakai pencil warna hijau muda dan tua buat mewarnai daun-daun.
"Ini judulnya kabut," kata siswa kelas 12 SMKN 12 Surabaya itu.
Kesan kabut akan tampak dari lingkaran yang mengelilingi pohon. Aksiran abu-abu tipis mengitarinya.
Di dalam lingkaran, tampak juga seekor kupu dan gajah.
Perbandingan besar kecil semua gambar di sana memang tak seperti asli.
Ukuran kupu nyaris sama dengan gajah. Bahkan, ada dua tangan raksasa yang menadah semua komponen yang ada.
Bagi sang pembuat, ukuran-ukuran itu tak jadi masalah. Ada pesan utama yang lebih kuat dibanding sekadar rupa.
Racma bilang, dirinya ingin semua orang melihat efek kebakaran yang terjadi di Sumatera dari dalam sketsa yang dia bikin.
Gambar itu, kata dia, adalah kritik dari lambannya penangganan pementah terhadap kebakaran hutan di sana.
"Saya ingin orang-orang sekali lagi mengingat bahwa efek dari kebakaran bukan hanya merugikan manusia. Tapi juga alam dan binatang-binatang yang ada di sana," ungkapnya. Racma membikin sketsa tersebut dalam lomba menggambar
"Selamatkan Hutanku, Lestari Negeriku" yang digelar Faber-Castell di kampus Unesa Lidah, Sabtu (24/10/2015).
Peserta lain, Talitha Dea Savira memberi kritik serupa. Dalam sketsa yang dia buat, tampak orang utan yang berusaha melindungi sebuah pohon yang tersisa dari kebakaran hutan.
"Jadi ceritanya, ia (orang utan) sudah kehilangan tempat tinggalnya. Tinggal satu tunas pohon saja. Ia cuma ingin jangan ada yang berusaha menghilangkan pohon itu," ujar siswa kelas 3 SMPN 19 Surabaya tersebut.
Untuk membuat sketsa itu, Talitha sudah menyiapkan ide jauh-jauh hari.
Gambar itu beres diaksir selama sekitar 1,5 jam. Namun, ia sudah bersiap-siap sejak sehari sebelumnya.
Karena untuk lomba, Talitha memang sengaja ingin membuat sketsa yang lain dari biasa.
Ia memang sering mengikuti lomba gambar. Setiap mau ikut, ia selalu berusaha mengeluarkan ide-ide baru.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/kebakaran-nganjuk_20150801_135234.jpg)