Berita Malang Raya
Ratusan Siswa dan Warga Demo Masak Gunakan Gas Methan
"Demonya menggoreng tempe," jelas Romdhoni, Kadis Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Malang kepada SURYA.co.id di lokasi acara.
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Yoni
SURYA.co.id | MALANG - Pemanfaatan gas methane dari TPA Talangagung Kepanjen, Kabupaten Malang, ratusan siswa melakukan dan masyarakat melakukan aksi demo masak, Selasa (20/10/2015).
Di areal disulap jadi dapur dengan dipasang meja panjang. Di atasnya diberi kompor dan wajan penggorengan. Sudah disiapkan juga alat menggoreng.
"Demonya menggoreng tempe," jelas Romdhoni, Kadis Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Malang kepada SURYA.CO.ID di lokasi acara.
Ada tiga sampai empat potong tempe yang bakal digoreng peserta demo. Peserta juga diberi celemek memasak warna orange.
Menurut Romdhoni, demo ini dijadikan bukti gas methane bisa dijadikan energi alternatif. Direncanakan, demo ini untuk memecahkan rekor MURI (Museum Rekor Indonesia).
Intan Permata Sari, siswa kelas 12 SMKN 1 Turen menyatakan sudah tidak asing dengan energi alternatif gas methan ini.
"Di sekolah saya sudah memakainya," kata Intan.
Ia berharap, masyarakat luas memanfaatkan energi alternatif daripada menggunakan elpiji.
Namun demo memasak ini juga ada kendala. Api kompor tiba-tiba mati. Sehingga harus beberapa kali dihidupkan.
Dimungkinkan karena angin cukup kencang. Sehingga tempe yang digoreng ada yang kurang matang. Tapi ada juga yang matang karena nyala api kompor stabil.
Sehingga bisa dimakan. Areal demo masak sempat didatangi oleh Bambang Hendroyono, Sekjen Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Rendra Kresna, Bupati Malang.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/demo-masak-tempe_20151020_144008.jpg)