Kebakaran Gunung Lawu
Kesaksian Para Pendaki Gunung Lawu Nyaris Terjebak Kebakaran
#MAGETAN - "Saya melihat ada kepulan asap tebal banget, dan di sebelah kiri tebing itu ada suara gemuruh kayu yan terbakar, suaranya dekat sekali."
SURYA.co.id | KARANGANYAR – Puluhan pendaki Gunung Lawu terpaksa harus mengambil langkah seribu saat turun dari puncak untuk menghindari asap dan api yang membakar kawasan Gunung Lawu di pos 2 dan 3, jalur pendakian Cemoro Sewu, Magetan, Jawa Timur.
Seperti yang dilakukan Arif Rifki (15), warga asal Purwodadi yang mendaki ke Gunung Lawu, Minggu (18/10/2015) sekitar pukul 05.00 WIB.
Ia naik dari Pos Cemoro Kandang bersama 30 temannya yang tergabung dalam satu padepokan di Purwodasi.
Arif berkisah, pada Minggu (18/10) siang, dalam perjalanannya ke Puncak Argo Dalem, belum melihat adanya tanda-tanda kebakaran di kawasan Gunung Lawu.
Akan tetapi, setelah sampai puncak, dan malamnya bermalam di dekat puncak, ia melihat api dan kepulan asap tebal di bawah puncak sekitar pos 2 dan 3.
Pada Senin (19/10/2015) sekitar pukul 05.00 WIB, ia bersama sejumlah temannya dari beberapa wilayah memutuskan untuk turun melewati jalur pendakian Cemoro Kandang.
Namun, ia terkejut, setelah turun melalui pos 3 jalur Cemoro Kandang, ada kepulan asap tebal membumbung dan bunyi kayu yang terbakar.
Sontak saja, untuk menghindari hal – hal yang tidak diinginkan, ia bersama sejumlah temannya harus lari untuk dapat menyelamatkan diri.
“Saya tahunya pas turun dari pos 3 jalur pendakian Cemoro Kandang, saya melihat ada kepulan asap tebal banget, dan di sebelah kiri tebing itu ada suara gemuruh kayu yan terbakar, suaranya dekat sekali karena saya takut saya langsung lari saja, wis pokoke golek slamet,” kata Arif.
Hal senada juga diungkapkan Sandy (21), warga Cengkareng, Jakarta Barat. Pemuda ini bersama sembilan temannya naik gunung melalui jalur pendakian Cetho pada Sabtu (17/10/2015).
Ia mengaku terkejut setelah masuk antaran pos 2 – 3 jalur pendakian Cemoro Kandang. Ia bersama sejumlah temannya juga langsung lari untuk menyelamatkan diri dari kobaran api.
“Wah parah, asapnya tebal banget, pas turun dari pos 3 ke pos 2 itu, apinya belum terlihat karena teretutup oleh bukit, dan ada tebing di sisi sebelah kiri jalur pendakian Cemoro Kandang,” katanya saat ditemui Rudi Hartono dari Joglosemar (grup SURYA.co.id).
Sementara itu, salah satu anggota dari Badan SAR Nasional (Basarnas) Jawa Timur, Asnawi, mengungkapkan kondisi terakkhir puncak Argo Dalem pada Senin (19/10) sekitar pukul 10.30 WIB, sudah steril dan tidak ada lagi pendaki di puncak.
Dijelaskan Asnawi, tim yang terdiri dari jajaran TNI, Polri, Basarnas dan sejumlah relawan, diberangkatkan kembali untuk melakukan penyisiran dan evakuasi, jika ada pendaki yang turun di jalur Cemoro Sewu.
“Sebelumnya sudah ada tim di atas, dan koordinasi sementara kalau saat ini di puncak sudah dalam keadaan steril dan sejumlah pendaki yang mau turun, kami alihkan ke jalur pendakian Cemoro Kandang,” kata Asnawi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/kebakaran-jalur-cemoro-kandang-dari-puncak-gunung-lawu_20151020_001944.jpg)