Senin, 8 Juni 2026

Mahasiswa UINSA Tewas

Saat-saat Terakhir Penderita Bronchitis Ikut Diklat SAR di Gunung Slamet

#MALANG - Bronchitis itu baru diketahui panitia sebelum berangkat. Sedang riwayat penyakit itu sebelumnya tidak dijelaskan oleh Yudi.

Tayang:
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Yuli
Surya/sylvianita widyawati
Pramudya, ketua umum kegiatan Diklat SAR XXIV Mapalsa Surabaya, Minggu (18/10/2015). 

Kemudian dilanjutkan materi SAR dan PPGD (Pertolongan Pertama Gawat Darurat) dan dilanjutkan istirahat. Kemudian jam 16.00 WIB melakukan perjalanan ke lembah setan. Di tempat itu, Yudi sempat batuk-batuk darah," katanya.

Karena kondisinya, Yudi dibawa turun ke dapur induk. Begitu juga Lutfi. Mereka dibawa dengan dua motor. Lutfi diturunkan karena kakinya memar saat aplikasi PPGD. Mereka kemudian dimakamkan di dapur induk.

Pada Sabtu (17/10/2015), mereka diantar dengan naik motor ke tebing Merdeka untuk kegiatan rapling. Tapi tidak mengikuti kegiatan itu karena secara fisik tidak bisa.

Sehingga hanya disuruh melihat saja. Setelah itu, mereka di antar ke dapur induk. Yudi sempat izin minum obat dan istirahat di tenda dan meninggal.

Sedang Lutfi sempat dibawa ke polindes namun dalam perjalanan ke RS Wafa Husada Kepanjen meninggal dunia pada Sabtu malam. Seorang peserta lainnya, Nur Fadhilah sempat dirawat di RS Wafa namun pada Minggu sudah pulang.

Peserta lain, Masrifah Rahmaniah sempat mengeluh pusing tapi tidak sampai rawat inap. Kasus ini sekarang diambil Polres Malang setelah sebelumnya ditangani Polsek Pagak.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved