Sabtu, 11 April 2026

Sherly Terbang ke Sumba untuk Bagikan Sepatu

Sepatu dikumpulkan lalu disortir, dikemas, dan dikirim dalam kardus besar. Total ada 10 koli, dan menghabiskan biaya ekspedisi Rp 2,6 juta.

Editor: Adi Sasono
SURYA.CO.ID
Anak-anak Sumba menunjukkan sepatu yang mereka dapat dari Charity for Unity. 

SURYA.CO.ID - Traveling tidak saja menjejakkan kaki di suatu tempat. Sebuah jelajah perjalanan bisa jadi melahirkan cinta terhadap tempat tertentu, dan memunculkan kepedulian untuk memberikan yang terbaik bagi tempat itu.

Sepatu baru untuk anak laki-laki lima pasang, sepatu anak perempuan tiga pasang, sepatu laki-laki dewasa delapan pasang, dan sepatu baru wanita dewasa satu pasang.

Itulah catatan di notepad ponsel Sherly Novita Kusuma, pendiri Charity in Unity. Ia pun terlihat mencermati catatan itu.

Ya, sejak poster Charity In Unity tayang di media sosial Facebook dan Path, respons penduduk dunia maya menyumbang sepatu untuk anak-anak di Sumba mengalir terus.

Sherly, pun mendapat dukungan dari teman-teman sejumlah daerah.

"Idenya baru tercetus sembilan hari setelah aku dan Wira, travelmateku, berada di Sumba. Ide itu kemudian kami realiasi ketika kembali ke Surabaya, April 2015," terang Sherly kepada Surya.

Ia juga mendapat sambutan positif teman-teman dari Surabaya Backpacker Community (SBC).

Mereka sepakat membentuk pos-pos di beberapa daerah, yang bertugas menerima sumbangan sepatu dan uang secara langsung.

Rumah Sherly menjadi tempat terakhir pengumpulan sepatu untuk anak Sumba itu.

Lalu, disortir, dikemas, dan dikirim dalam kardus besar. Total ada 10 koli, dan menghabiskan biaya ekspedisi Rp 2,6 juta.

"Aku dan teman-teman bekerja 50 hari, mencari dan mengumpulkan serta mengirimnya," papar perempuan yang bekerja sebagai marketing di sebuah perusahaan properti ini.

Untuk pembagian di Sumba, kebetulan Sherly dan teman-teman komunitas sudah mendata.

Sumba menjadi pilihan karena berbeda dengan Timor, yang relatif lebih maju.

Ketika ke Timor saat Lebaran, anak-anak yang sekolah sudah bersepatu, bahkan yang tinggal di gunung dan lembah.

Hingga akhir Juli 2015, daerah yang sudah mendapatkan bantuan sepatu antara lain Kampung Tarung (Sumba Barat), Kodi (Mandorak, Sumba Barat Daya), dan Melolo (Sumba Timur). Yang belum, Wairinding dan Tanarara.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved