Minggu, 19 April 2026

Peristiwa Lumajang

Kisah Trauma Para Bocah TK Lihat Mafia Tambang Bantai Salim Kancil

#LUMAJANG - Kisah anak-anak PAUD yang trauma setelah melihat para preman membantai Salim Kancil di Lumajang. Sangat menyedihkan.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Yuli
izi hartono
HANCURKAN MAFIA TAMBANG - Para aktivis mahasiswa memeragakan pembantaian terhadap Salim Kancil, saat beraksi di perempatan Alun Alun Situbondo, 30 September 2015. 

SURYA.co.id - LUMAJANG - "Cucu saya masih bergidik dan gemetar saat tidur malam," tutur seorang perempuan yang sedang menunggu cucunya di TK Dharma Wanita Desa Selok Awar-Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Rabu (30/9/2015).

Ia menuturkan cerita itu dalam Bahasa Jawa saat ditemui reporter SURYA.co.id.

Penuturan perempuan itu mengacu pada ketakutan cucunya yang melihat sekelompok orang bertindak brutal terhadap Salim Kancil di Balai Desa Selok Awar-Awar, Sabtu (26/9/2015).

Perempuan itu tidak mau menyebutkan namanya. Ia menyebut nama sang cucu, namun demi alasan keamanan, SURYA.co.id tidak menuliskan nama bocah tersebut.

Beberapa malam ini, sang cucu selalu gemetar dan ketakutan saat tidur malam. Bahkan sebenarnya, bocah imut itu juga tidak mau masuk sekolah, Rabu (30/9/2015).

Sang nenek tidak mengetahui secara pasti apakah cucunya melihat peristiwa itu. Namun cucunya melihat kerumunan orang mendatangi balai desa sambil berteriak.

"Sebenarnya tadi tidak mau masuk sekolah, tetapi dibujuk hingga akhirnya mau," imbuhnya. Setelah keluar kelas, perempuan itu langsung menggendong sang cucu dan memboncengnya pulang.

Takut dan trauma juga masih dialami murid kelas B TK itu. Dua murid kelas B disebutkan memerlukan penanganan khusus.

Mereka melihat kerumunan massa datang pada hari berdarah itu. Balai desa dan sekolah yang biasanya sepi, tiba-tiba ramai. Puluhan orang datang sembari menaiki sepeda motor bersuara kencang.

Facebook SURYA Online

Tidak hanya itu, beberapa orang menyiksa seseorang yang diketahui adalah Salim Kancil (52) warga setempat.

Melihat itu, anak-anak yang sudah berada di sekolah, ketakutan dan menjerit. Ada yang menangis.

Massa datang dan menyiksa Salim Kancil sekitar pukul 07.15 wib. Sekitar 10 anak TK sudah berada di lingkungan balai desa.

Mereka masih asyik bermain ketika tiba-tiba massa datang.

Guru yang saat itu sudah ada di sekolah, Khosidah juga kaget. Ia terkejut dan panik. Ia langsung mengumpulkan anak didiknya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved