Berita Surabaya
Jumlah Siswa Per Kelas di Surabaya Disebut Belum Ideal
Namun kondisi ini berbeda di Surabaya, Dinas Pendidikan (Dindik) menetapkan rombel Surabaya 38 peserta didik per kelas.
Penulis: Sany Eka Putri | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA - Mengacu Permendikbud 23 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri tentang Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar di kabupaten/kota, rombongan belajar (rombel) untuk SD/MI tidak melebihi 32 peserta didik dan untuk SMP/MTs tidak melebihi 36 peserta didik.
Namun kondisi ini berbeda di Surabaya, Dinas Pendidikan (Dindik) menetapkan rombel Surabaya 38 peserta didik per kelas.
Meski telah mengambil kebijakan di atas ketentuan ideal, fakta sekolah ternyata lain. Sejumlah sekolah bahkan bisa menampung hingga 40-45 per kelas.
Pantauan Surya.co.id di SDN Puja (Pucang Jajar) Surabaya. Siswa kelas 6 yang terbagi menjadi empat kelas, masing-masing menampung lebih 40 peserta didik.
Kondisi ini juga terlihat di SMPN 6 Surabaya. Dari total kelas yang tersedia 24 ruang, jumlah siswa yang ditampung juga rata-rata di atas 40 peserta didik.
Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya Ikhsan mengatakan Surabaya memang belum dapat mencapai titik ideal dalam menentukan jumlah rombel.
"Kita mempertimbangkan kebutuhan masyarakat sekitar, khususnya warga tidak mampu untuk jumlah siswa per kelas,” tutur Ikhsan saat dikonfirmasi terkait hal ini, Rabu (30/9/2015).
Meski daya tampung untuk siswa miskin telah diberikan sebanyak 5 persen dari total kuota siswa, namun siswa miskin tidak selalu melalui jalur mitra warga.
"Siswa miskin harus benar-benar tertampung di sekolah agar tidak putus sekolah," tandas dia.
Secara terpisah, Kepala Dindik Jatim Dr Saiful Rachman mengakui daerah memiliki kemampuan tersendiri untuk menentukan rombel.
"Tapi sekolah juga tetap harus mengikuti standar layanan minimal pendidikan untuk menjamin mutu dan manajemen kelas tetap terkendali," paparnya.
Namun ia mewani-wanti rasio guru dan siswa harus diatur. "Kalau tidak guru akan kesulitan memanajemen kelas," pungkasnya.