Berita Luar Negeri
Raja Jordan Kecam Teror Berkedok Agama
Kita harus melindungi kemurnian kepercayaan kita dari pencemaran pengecut. Sebagai Muslim ini adalah perang kita dan kewajiban kita
Penulis: Wahjoe Harjanto | Editor: Wahjoe Harjanto
SURYA.CO.ID | NEW YORK - Raja Jordania Abdullah II mengecam pelaku teror di dalam masyarakat Muslim dunia karena menggunakan agama sebagai kedok. Raja Abdullah menggambarkan mereka sebagai tetesan racun yang juga bisa meracuni orang lain.
"Marilah kita mengakui penipuan itu. Ketika kita mengkaji motif penjahat ini, khawarij dan tentu saja, motif kaum ekstrem dari semua pihak, kami mendapati haus akan kekuasaan dan kendali orang, uang, wilayah, kata Raja Abdullah dalam Debat Umum Sidang Majelis Umum PBB di Markas Besar PBB, New York, Senin (28/9/2015).
Walaupun Raja Jordania tidak mengidentifikasi apa yang disebut gerombolan penjahat, ia mengisyaratkan Negara Islam yang juga dikenal dengan nama ISIS, telah melancarkan aksi teror untuk memperburuk situasi yang sudah tidak stabil di Irak, Yaman dan Suriah sejak tahun lalu.
"Mereka menggunakan agama sebagai kedok. Apakah ada kejahatan yang lebih buruk dibandingkan dengan memelintir firman Tuhan untuk menggolkan kepentinan kalian sendiri? Apakah ada tindakan yang lebih tercela dibandingkan dengan mencekoki orang yang rentan dan tak bersalah, untuk merekrut mereka ke dalam jaringan kalian?" kecamnya.
"Di dalam masyarakat Muslim global, 1,7 miliar lelaki dan perempuan, seperempat umat manusia, gerombolan penjahat hari ini tak lebih setetes air di samudra. Tapi tetesan racun dapat meracuni juga," lanjutnya.
"Kita harus melindungi kemurnian kepercayaan kita dari pencemaran pengecut. Sebagai Muslim ini adalah perang kita dan kewajiban kita," tegasnya.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/joe28_20150929_152558.jpg)