KECELAKAAN HAJI DI MAKKAH
Banyak Keanehan Saat Sekretaris Camat Tertimpa Crane di Makkah
SURABAYA - "Mana ada sih saat genting itu ada yang menolong, yang ada mereka pasti berlarian ke sana ke mari. Saya tidak tahu siapa dia," ceritanya.
Penulis: Sany Eka Putri | Editor: Yuli
“Kami janjian di masjid, datang sama-sama, janjian pulangnya nanti saja habis sholat Isya’. Setelah ashar bapak ngaji dulu. Terus mau ketemu kabut itu tebal, dan barengan sama jatuhnya crane itu,” terangnya.
Saat itu, lanjut dia, suasana masjid sangat suram, banyak suara tangisan, suara gemuruh manusia yang meminta pertolongan.
“Untungnya ada salah seorang teman, Pak Komari itu tahu suami saya orang Indonesia. Langsung teriak-teriak ada orang Indonesia yang jadi korban. Alhamdulillah suami saya bisa dibawa ke tenda,” ujarnya.
Menurut dia, pertolongan di Arab saat kejadian itu sangat lama. “Korban tercecer di masjid, tetapi kok penanganannya itu sangat lama,” tambah dia.
Kini, dia dan suaminya sangat besyukur masih selamat dalam kejadian itu. Selain itu, juga ada rekan satu regu dari korban crane, yakni Sujitno (68).
Ia mengatakan saat kejadian itu ia berada di pondokan. “Saya waktu kejadian itu ada di pondok. Saya lihat tiang besar itu jatuh menimpa masjid. Dan selang beberapa jam, saya tahu kalau teman saya jadi korban crane itu,” kata dia sesaat setelah turun dari bus gelombang satu.
Ia pun sambil menahan isak tangis mengatakan bahwa peristiwa ini harus diambil hikmahnya. “Saya sedih lihat teman saya sendiri jadi korban. Yang sabar pokoknya,” kata dia yang didampingi istrinya Suwarti.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/murodi-yahya-kasani-saat-menceritakan-kepada-wagub-jatim_20150929_224838.jpg)