Pompa Hidrolik Robot untuk Tarik Minat Mahasiswa Belajar Fisika
Di dunia robotik, hidrolik sebenarnya bukan hal baru. Alat Aini sering dicipatkan oleh para siswa bahkan dijenjang pendidikan dasar.
Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Parmin
SURYA.co.id, SURABAYA - Sudah lumrah apabila Fisika jarang masuk dalam mata pelajaran favorit pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA). Atas latar belakang itu, lima mahasiswa Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) menciptakan media pembelajaran yang diharapkan mampu memancing minat para siswa.
Pernah penjadi siswa SMA membuat lima kawan itu tahu betul betapa pembelajaran Fisika membosankan. Dari sana, lima mahasiwa itu berinisiatif membikin hidrolik handmade, robot sederhana yang pengoperasiannya banyak menggunakan toeri dasar Fisika.
Di dunia robotik, hidrolik sebenarnya bukan hal baru. Alat ini sering dicipatan oleh para siswa bahkan dijenjang pendidikan dasar. hidrolik handmade bikinan UKWMS menjadi berbeda sebab konsep yang diusung lebih mengedepankan soal manfaat. Yakni sebagai alat perangsang minat siswa dalam belajar.
"Kami juga menciptakan alat ini dari bahan-bahan yang sesederhana mungkin," kata Emilia Fandira Nasera Putri, salah satu pencetus, Selasa (22/9/2015). Sebagai contoh, badan robot itu disusun dari kayu bekas dan ganggang pegangan es krim. Alat-alat lain pun, seperti suntikan dan selang, ialah benda-benda yang mudah ditemukan di pasaran.
Meski begitu, untuk menyusun satu robot itu, dana sekitar Rp 1,5 juta harus digelontorkan. "Kelihatannya sepele dan murah. Tapi ternyata harganya lumayan," tambah dia. Total dana yang mereka pakai untuk proyek itu sekitar Rp 8,5 juta. Dana berasal dari hibah Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti).
Hingga kini, robot itu telah diterapkan sebagai media belajar di dua sekolah, yakni SMA Kartika IV-3 Surabaya dan SMAK Untung Suropati Krian, Sidoarjo. Emilia mengklaim, dampak dari hadirnya media pembelajaran baru di sekolah tersebut cukup positif.
Para siswa, lanjutnya, mulai penasaran dengan teori tekanan hidrostatik. Tema itu diajarkan untuk kelas XI di bab tekanan.
“Dari sana dapat dilihat bahwa prototipe penting dalam menunjang pembelajaran,” imbuhnya.