Jumat, 24 April 2026

KECELAKAAN HAJI DI MAKKAH

Gus Ipul Berharap Hasil Investigasi Crane Jatuh Diumumkan

"Dengan diumumkan terbuka, maka bisa diketahui sebab-sebab dan siapa yang bertanggung," ungkap Gus Ipul

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Yoni
surya/Sylvianita Widyawati
Gus Ipul, Wakil Gubernur Jawa Timur mengunjungi rumah korban crane, jamaah haji Siti Rukoyah di Desa Banjarsari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Rabu (16/9/2015). 

SURYA.co.id |MALANG - Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, Wakil Gubernur Jawa Timur mengharapkan pemerintah Saudi Arabia mengumumkan terbuka hasil investigasi jatuhnya crane di Masjidil Haram.

Sebab karena kasus itu menimbulkan korban jamaah haji cukup banyak.

"Dengan diumumkan terbuka, maka bisa diketahui sebab-sebab dan siapa yang bertanggung," ungkap Gus Ipul kepada wartawan usai bertakziah di rumah korban crane, Siti Rukoyah di Desa Banjarsari, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Rabu (16/9/2015).

Dengan begitu, bisa dilakukan peningkatan pelayanan haji. Selain itu, ia mengapresiasi rencana pemerintah Arab Saudi yang akan memberi santunan kepada korban.

"Tentu ini bisa meringankan keluarga," ungkap Gus Ipul.

Namun, lanjutnya, ia belum mendapat informasi resmi dari pemerintah. Artinya, masih hanya mendapat kabar saja.

"Kalau sudah ada kepastian nanti akan diberitahukan," kata Gus Ipul.

Beredar kabar, bagi korban meninggal dapat 1 juta real (Rp 3,8 Miliar) dari santunan pribadi Raja Arab Saudi.

Selain itu, pemerintah RI juga akan memberikan santunan. Bagaimana dengan pemprov?

"Masih melihat dulu bagaimana nilai santunan Arab Saudi dan pemerintah," kata dia. Sehingga belum bersikap.

Setelah ada kejadian yang menjadi isu internasional itu, diharapkan ada perbaikan untuk keselamatan jemaah haji.

"Selain gempa, sumber lainnya kan bisa diantisipasi. Seperti hujan deras, badai. Alat-alat berat bisa disingkirkan dulu. Keselamatan jamaah harus dinomer satukan/diprioritaskan," kata dia. Ia kemudian mencontohkan pelayanan di Arofah dimana kurang maksimal.

Sebab untuk pelayanan penggunaan toilet umumnya masih belum maksimal.

"Disana banyak antrean panjang untuk ke toilet atau wudhu," kata dia.

Selain itu, Gus Ipul mengharapkan kuota haji Indonesia bisa ditambah makin banyak. Sebab jamaah dari Indonesia yang ingin berangkat, makin banyak.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved