Kawula Muda Kediri Bentuk COKI
Pelihara Burung Hantu, Tikus Dijamin Pergi
Bermula dari kontak di dunia maya, Galuh bersama puluhan penggemar burung hantu yang ada di Kediri kemudian membentuk Community Owl Kediri (COKI).
Penulis: Didik Mashudi | Editor: Parmin
SURYA.co.id | KEDIRI - Anak-anak muda di Kediri kini punya kegemaran baru memelihara burung hantu. Salah satu keuntungan memelihara burung hantu bakal mengusir tikus pergi dari rumah.
Galuh Ego Setiawan tampak akrab bersama seekor burung hantu miliknya. Burung hantu besar dengan berat sekitar 2 kg itu nangkring di lengan tangan kirinya.
Selain jinak, burung hantu jenis buffy fish owl itu juga sudah akrab dengan manusia. Sehingga ketika didekati burungnya tidak takut.
Bermula dari kontak di dunia maya, Galuh bersama puluhan penggemar burung hantu yang ada di Kediri kemudian membentuk Community Owl Kediri (COKI). Anggotanya rata-rata anak-anak muda penggemar burung hantu.
Komunitas COKI sendiri sebenarnya baru terbentuk 12 April 2015. "Kami membentuk komunitas ini karena mau mengenalkan burung hantu kepada semua orang. Kalau burung hantu itu tidak menyeramkan," ungkapnya.
Salah satu keuntungan memelihara burung hantu karena bisa menjadi pembasmi hama tikus di rumah.
"Kalau ada burung hantu, tikus dijamin pergi dari rumah. Saya dan teman-teman sudah membuktikannya," tambahnya.
Karena sejak memelihara burung hantu di rumah Galuh sudah tidak ditemui tikus berkeliaran. Padahal sebelumnya banyak tikus yang bersliweran di rumahnya.
"Setelah mendengar suara dan melihat burung hantu, tikusnya pergi," jelasnya.
Namun kata Galuh, yang paling utama memelihara burung hantu bukan hanya sekedar dipelihara, tapi dapat sebagai partner, teman, keluarga atau sahabat setia.
"Burung hantu itu lucu. Kalau kita mendekat dia akan melotot sambil menggoyangkan kepalanya mirip artis cilik," paparnya.
Beberapa jenis burung hantu yang dimiliki komunitas COKI seperti buffy fish owl, oriental bay owl, strix seloputo, dares, javan owlet, dll. Indonesia tercatat paling banyak dihuni berbagai jenis burung hantu.
Dari sekitar 240 spesies burung hantu yang ada di dunia, setidaknya 54 di antaranya ditemukan ada di Indonesia. Burung hantu merupakan burung karnivora.
Karena mitos dan penampilannya, diberinama burung hantu. "Kalau kita sudah mengenal, burung hantu itu tidak galak. Dia jinak dan penurut dengan pemiliknya," tambah Galang, anggota komunitas COKI.
Julia Fajar Puspitasari anggota Coki perempuan ini mengaku mulai memelihara burung hantu setelah mendapat hadiah ulang tahun dari ayahnya.
"Saya mulai memelihara karena hadiah ultah saya diberi burung hantu," ungkapnya.
Malahan burung hantu usia empat bulan itu sudah akrab dengan anggota keluarganya. Burung hantu yang dipelihara Julia dari jenis dares yang berukuran lebih kecil.
Julia sendiri yang memberi makan burung hantu peliharaannya. Setiap hari jatah makannya 3 - 5 ekor anak puyuh. Menu lainnya anak tikus putih.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/dua-penggemar-burung-hantu_20150914_004038.jpg)