Sabtu, 2 Mei 2026

Kecelakaan Haji di Makkah

Inilah Empat Hal Yang Perlu Dilakukan Kemenag

Kementerian agama diminta segera berkoordinasi dengan otoritas haji di Saudi terkait langkah-langkah antisipatif.

Tayang:
Penulis: Benni Indo | Editor: Adi Sasono
Anadolu
Seorang pria berjalan melewati ambulan dengan baju berlumuran darah di Masjidil Haram, Jumat (11/9/2015). 

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Tragedi badai gurun di Saudi menyebabkan banyak korban dari Indonesia yang tengah melaksanakan ibadah haji. Sejauh ini, ada dua orang meninggal dan 32 lainnya luka-luka.

"Sejak mengetahui musibah ini sekitar pukul 21.30, kami langsung melakukan koordinasi dengan kawan-kawan yang berada di Mekkah. Begitu juga dengan pejabat dan beberapa petugas haji Kementerian Agama yang berada di sana. Ini betul-betul musibah yang sangat tidak terduga" papar Saleh Partaonan Daulay Ketua Komisi VIII DPR RI, .

Menangani musibah itu, Saleh telah berkoordinasi dengan pejabat Kemenag dan tim pengawas DPR RI yang ada di Saudi.

Ia menyarankan, setidaknya ada beberapa langkah yang penting dan segera dilakukan.

Pertama, para petugas haji dan kesehatan diminta segera memberikan bantuan medis kepada para jamaah haji yang menderita luka-luka dan segera merujuknya ke rumah-rumah sakit yang mudah dijangkau.

Kedua, para korban yang meninggal dunia segera diidentifikasi dan didata secara baik.

"Semestinya, proses identifikasi ini akan mudah dilakukan mengingat seluruh jamaah haji Indonesia memiliki gelang dan pertanda khusus," ungkapnya dalam pesan singkat kepada Surya, Sabtu (12/9).

Ketiga, setelah data-data resmi dan akurat diperoleh, Kementerian Agama diminta untuk segera menghubungi dan memberitahu keluarga korban di tanah air.

Selain korban yang meninggal dunia, keluarga korban yang menderita luka-luka pun perlu diberitahu.

Hal ini sangat penting agar keluarga yang ada di Indonesia mengetahui kondisi korban yang sedang dirawat di sana.

Keempat, kementerian agama diminta segera berkoordinasi dengan otoritas haji di Saudi terkait langkah-langkah antisipatif yang perlu dilakukan untuk menghindari musibah serupa terjadi lagi di musim haji tahun ini.

"Hingga pukul 3 pagi ini, data resmi yang saya terima dari kementerian agama, jumlah korban adalah 20 orang, teridiri dari 2 orang meninggal dan 18 orang luka-luka. Mudah-mudahan jumlah korban tidak bertambah lagi dan jamaah haji kita dilindungi Allah SWT" terang politisi PAN itu.

Sebelumnya Kepala Pusat Kesehatan Haji Indonesia Dr Fidiansjah di Mekkah, Jumat malam, menjelaskan sampai pukul 23.00 Waktu Arab Saudi (WAS) atau pukul 03.00 WIB, dua jamaah perempuan meninggal pada peristiwa tersebut dan 32 jamaah lainnya mengalami luka ringan dan berat.

Oleh karena terjadi perubahan cuaca yang sangat ekstrem di Saudi saat ini, Kementerian Agama diminta melakukan langkah-langkah yang diperlukan dalam melindungi para jamaah.

Salah satu hal yang bisa perlu dilakukan adalah dengan menyebarkan informasi tentang prakiraan cuaca di Mekah dan Madinah di setiap pemondokan yang ada.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved