Video
VIDEO - Pengakuan Para Sundal dari Indonesia dan Lainnya di Malaysia
Pelacuran di Malaysia memang kenyataan lama, tetapi video ini menyoroti khusus prostitusi perempuan belia atau di bawah umur.
Penulis: Yuli | Editor: Yuli
SURYA.co.id - Sundal atau pelacur atau dihaluskan secara aneh menjadi pekerja seks komersial (PSK) tak pernah benar-benar hilang di manapun.
Begitu juga di negeri berpenduduk mayoritas muslim seperti Indonesia, Malaysia hingga Uni Emirat Arab. (VIDEO - Investigasi Pelacuran di Dubai, Tarifnya Rp 3,6 Juta per 3 Jam)
Pelacuran di Malaysia memang kenyataan lama, tetapi video ini menyoroti khusus prostitusi perempuan belia atau di bawah umur.
SEDANG POPULER: Mahasiswi Semarang Jual Perempuan Berjilbab Rp 1,5 Juta Sekali Kencan
Hasil liputan ini mula-mula diunggah oleh video jurnalis berbasis di Kuala Lumpur, Rian Maelzer, setahun silam dan kemudian diunggah ulang pihak lain, juga di YouTube.
Video menunjukkan beberapa "area merah" seperti Chow Kit dan Bukit Bintang di Kuala Lumpur.
Salah seorang pelacur yang direkam memakai kamera telepon seluler mengaku berasal dari Indonesia. Perhatikan video di atas mulai menit ke 6.50.
Perempuan itu mengaku berumur 17 tahun. Pertama datang ke Kuala Lumpur berusia 15 tahun. Ibu dan ayahnya tidak punya uang, miskin. "Saya harus kerja di sini," katanya.
Dalam semalam, dia mengaku biasa melayani 5 pria dari berbagai bangsa, mulai Malaysia, Amerika hingga Australia.
Ia mengakui pula, orangtuanya tidak tahu pekerjaan sebenarnya di Malaysia. Mereka tahunya kerja di restoran. Yang jelas, dia rutin kirim uang untuk orangtuanya.
Wawancara berikutnya dengan sundal dari Thailand, juga berusia 17 tahun. Dia mengaku sudah berada di Malaysia selama 2,5 tahun.
Ia tidak menjajakan diri secara langsung kepada pria hidung belang, melainkan lewat jejaring mucikari.
Ia tinggal menuruti perintah mucikarinya untuk menemui lelaki yang membookingnya di hotel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/video-para-pelacur-belia-di-malaysia-prostitusi_20150910_132020.jpg)
