Berita Luar Negeri
Prancis Kecam Wali Kota Hanya Menerima Pengungsi Kristen
Kedua wali kota tersebut berasal dari partai kanan tengah yang saat ini merupakan oposisi secara nasional.
Penulis: Wahjoe Harjanto | Editor: Wahjoe Harjanto
SURYA.CO.ID | PARIS - Menteri Dalam Negeri Prancis Bernard Cazeneuve mengecam sejumlah wali kota di negaranya yang menyatakan hanya akan menerima pengungsi beragama Kristen di wilayah pimpinannya.
"Saya sama sekali tidak mengerti pembedaan itu. Saya mengecam hal itu dan saya berpendapat bahwa kebijakan itu sangat mengerikan," kata Cazeneuve kepada Stasiun Televisi France 2, Selasa (8/9/2015).
"Ada sejumlah kelompok kecil mengalami penganiayaan di Suriah. Pemeluk Kristen dari Timur Tengah memang harus disambut baik, namun demikian pula dengan Muslim dan kelompok kecil lain, yang mengalami penganiayaan dengan derajat kekejian sama," kata dia.
Prancis, menurut Cazeneuve, harus bersiap menampung semua orang teraniaya, apa pun agama dan latar belakang mereka.
Senin (7/9/2015), Wali Kota Roanne, Yves Nicolin, menyatakan, siap merelokasi puluhan keluarga dengan syarat mereka adalah pemeluk agama Kristen yang dianiaya di Suriah oleh Daesh (nama lain IS atau Daulah Islam) hanya karena agamanya."
Sementara Damien Meslon, Wali Kota Belfort, di wilayah timur Prancis, juga menegaskan, hanya akan mempertimbangkan menampung keluarga Kristen dari Irak dan Suriah karena merekalah yang mengalami penganiayaan paling berat.
Kedua wali kota tersebut berasal dari partai kanan tengah yang saat ini merupakan oposisi secara nasional.
Setelah mendapat tekanan untuk merespos krisis imigran di Eropa paling besar sejak Perang Dunia II, Presiden Prancis Francois Hollande, Senin (7/9/2015), menyatakan, negaranya siap menampung sekitar 24.000 pengungsi selama dua tahun ke depan.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/joe20_20150908_220221.jpg)