Breaking News:

Citizen Reporter

Ternyata Ini Kekayaan yang Tersimpan di De Javasche Bank Surabaya

di dalam gedung berusia seabad lebih ini tersimpan kekayaan dan warisan luar biasa... inilah cikal bakal perbankan Indonesia..

istimewa
de javasche bank 

Catatan jalan-jalan Novelia Indri Susanti
Mahasiswa Analis Kesehatan, Poltekkes Kemenkes Surabaya

SEBAGAI kota tua, Surabaya menyimpan kekayaan sejarah luar biasa. Salah satunya bangunan kuno berusia 186 tahun yang masih berdiri kokoh di Jalan Garuda nomor 1, di Krembangan, Surabaya.Gedung de Javasche Bank, saksi bisu lahirnya perbankan di Indonesia.

Berarsitektur konservatif neo renaissance dan dilengkapi ukiran Jepara di setiap pilarnya, gedung ini dulunya merupakan kantor Bank Indonesia. Kini beralih fungsi menjadi museum, ruang pertemuan, dan tempat pameran seni.

Uniknya, pintu masuk museum ini ada di ruang bawah tanah (basement).

Sebelum menjelajahi seisi museum, pengunjung wajib mengisi buku tamu, lalu dipandu berkeliling mulai dari ruang koleksi uang. Etalase-etalase mini berisi uang dari jaman kerajaan kuno Nusantara, uang masa kolonial, ORI, dan ORIDA.

Menengok lebih detail ke mata uang seratus rupiah yang ditandatangani Syafrudin Prawira Negara dan Indra Kasoema. Uang tersebut memiliki dua desain utama. Desain depan (obverse side) menggabungkan unsur Garuda dan makhluk dari hikayat dewa-dewa. Ide desain depannya diadaptasi dari salah satu lukisan Candi  Borobudur. Sedang desain bagian belakang (reverse side) bergambar corak dua burung Garuda.

Bergeser ke ruang koleksi reservasi. Terdapat bahan konstruksi pembangunan, di antaranya genteng dan aneka tegel lantai berjejer di atas meja. Di sisi lain, terdapat etalase mini berisi replikasi emas batangan. Petugas museum mengijinkan saya mengangkat replikasi emas batangan seberat 136 kg.

Sebelum CCTV modern muncul, orang zaman dahulu telah memiliki teknik  memantau situasi dan kondisisuatu tempat guna mencegah terjadinya kejahatan. Nah, di museum De Javasche Bank ini terdapat lorong-lorong yang setiap sudutnya memiliki cermin datar. Antara lorong satu dengan lainnya saling berhubungan.

Lantai dasar yang memiliki hall cukup luas dengan arsitektur tertata rapi. Meski sempat mengalami renovasi, namun tak banyak perubahan dari bentuk aslinya. 

Menyimpan kekayaan sejarah, museum De Javasche Bank patut diapresiasi. Pengunjung pun tak dikenai biaya masuk sama sekali plus sambutan ramah petugasnya.

 


 

Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved