Senin, 27 April 2026

Piala Presiden

Arema Mengaku Siap Mengikuti Apapun Aturan Piala Presiden

Kubu Arema pun menyatakan kesiapannya mengarungi turnamen dengan nilai hadiah mencapai Rp 6 miliar itu.

Penulis: Dyan Rekohadi | Editor: Parmin

SURYA.co.id | MALANG - Turnamen Piala Presiden resmi bergulir Minggu (30/8/2015) dengan ditandai pertandingan Bali United Pusam (BUP) melawan Persija. Tim Arema yang tergabung dalam grup B akan memulai laga pada Selasa (1/9/2015).

Kubu Arema pun menyatakan kesiapannya mengarungi turnamen dengan nilai hadiah mencapai Rp 6 miliar itu.

Persiapan Tim Singo Edan semakin sempurna ketika semua pemain sudah berlatih bersama. Bahkan kiper Kurnia Meiga dan dua pemain asing baru Arema Morimakan Koita dan Lancine Kone sudah ikut dalam latihan bersama.

Tim pelatih Arema menyebut skuat Singo Edan sudah siap menghadapi tim-tim lawan dalam babak penyisihan grup B. Arema juga siap melakoni semua laga dengan semua aturan baru yang diterapkan di Piala Presiden.

Setelah menyatakan dukungan pada pegaturan jadwal, pelatih Arema, Joko Susilo juga menyatakan menyambut baik dan siap menjalani semua aturan penyelenggara.

Pelatih berjuluk Gethuk itu juga menyatakan siap menghadapi aturan pertandingan yang sempat diwacanakan menggunakan sistem adu penalti ketika pertandingan berakhir seri.

Tim Aremapun akan tetap siap ketika aturan adu penalti itu dibatalkan.

"Saya sendiri belum memastikan aturan mana yang diterapkan menurut manual resmi, tapi kami harus siap bertanding apapun aturannya. Mau ada adu penalti atau tidak, ataukah pakai sudden death, kami siap," tegas Gethuk, Minggu (30/8/2015).

Pelatih yang juga mantan pemain Arema era Galatama itu menyebut tim pelatih tetap akan memberi latihan khusus untuk para algojo tendangan penalti.

Menurutnya, latihan untuk persiapan tendangan penalti di pertandingan itu akan tetap bermanfaat apapun aturan yang akan diterapkan.

"Latihan penalti akan kami siapkan, setelah memoles permainan, persiapan tendangan penalti juga perlu disiapkan, dalam tiap pertandingan normalpun tendngan penalti perlu disiapkan," tambahnya.

Pada turnamen Piala Presiden banyak diterapkan aturan-aturan baru. Salah satu aturan baru yang ditetapkan adalah sistem pertandingan dan poin.

Aturan itu menyebut bila selama 90 menit waktu normal kedua tim bermain imbang, maka dilanjutkan ke babak adu penalti. Bagi pemenang adu penalti mendapatkan dua poin, sementara yang kalah mendapatkan satu poin.

Belakangan aturan adu penalti itu dirubah. Laga penyisihan grup yang berakhir seri akan tetap diakhiri dengan masing-masing tim akan menerima poin satu.

Perubahan ini juga berefek dengan perubahan lain berupa aturan perolehan poin dan penentuan tim yang lolos. Jika nantinya ada akumulasi nilai sama, maka penentuannya adalah dengan menggunakan head-to-head bukan selisih gol.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved