Jumat, 24 April 2026

Berita Jember

7 Kali Ikut Karnaval Busana di Jember, Tetap Tinggal di Bondowoso

Untuk kostum JFC ke-14 ini, ia merogoh kocek sampai Rp 1 juta. Meskipun setiap tahun terlibat aktif di JFC, Rozy tidak memilih tinggal di Jember.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Yuli
sri wahyunik
Best National Costume, Miss Supra National di Jember Fashion Carnaval. 

SURYA/.co.id | JEMBER - Ada yang berjuang habis-habisan untuk bisa tampil maksimal di puncak karnaval (grand carnival) Jember Fashion Carnaval (JFC) ke-14, Minggu (30/8/2015). Namun ada yang juga merasa terpaksa ikut JFC kali ini.

Perjuangan maksimal seperti ditunjukkan Sulaiman Arozy (22), yang menjadi asisten leader dalam defile Parrot dalam JFC bertema 'Outframe' tahun ini. Perjuangan Rozy, panggilan akrabnya, setidaknya bisa dilihat dari perjalanan pemuda itu ke Jember selama enam bulan terakhir.

Pemuda itu berasal dari Kecamatan Tamanan Kabupaten Bondowoso. Ia juga tetap memilih tinggal di Tamanan meskipun harus bolak-balik ke Jember untuk menyukseskan JFC.

"Kalau dihitung, bolak-balik Bondowoso - Jember sekitar 50an kali sepertinya ada. Selama mempersiapkan JFC ini," ujar Rozy kepada Surya. Padahal jarak rumahnya ke JFC Centre atau ke Alun-Alun Jember sekitar 40 KM.

Namun Rozy rela melakoninya. Dan untuk melakoni perjalanannya itu, Rozy memilih kendaraan sepeda motor.

"Ya pakai sepeda motor lah. Bahkan membawa kostum ini saya juga naik motor PP Jember - Bondowoso," imbuhnya. Sebagai anggota senior di JFC, Rozy harus mampu mandiri termasuk membuat kostum yang bisa dibawanya sendiri meskipun naik sepeda motor.

Padahal kostum Parrot milik Rozy kali ini bukanlah kostum biasa. Karena berada dalam defile Parrot, terang saja, Rozy harus menampilkan gambaran si burung itu. Salah satunya melalui sayap yang berbulu dan warna cerah. Dan jangan dikira sayapnya sekecil sayap burung Parrot yang asli.

"Tentu saja besar. Tetapi sayap saya bisa ditarik untuk dikembangkan dan ditarik untuk dilipat kembali. Sehingga simple ketika dibawa," ujarnya.

Saat tampil di hadapan ratusan ribu penonton, sayap Rozy mengembang lebar didominasi warna hijau dan kuning. Tidak lupa, ia juga memakai mahkota dan pernak-pernik lain yang menggambarkan burung Parrot.

Rozy bergabung sejak JFC ke-7. Karenanya ia berusaha tampil maksimal dalam setiap penampilannya.

Untuk kostum JFC ke-14 ini, ia merogoh kocek sampai Rp 1 juta. Meskipun setiap tahun terlibat aktif di JFC, Rozy tidak memilih tinggal di Jember karena ia memiliki pekerjaan di Tamanan, Bondowoso.

Melihat pilihan Rozy, terlihat adanya ikatan perasaaan antara ia dan JFC. Namun hal ini tidak terjadi dengan talent lain, seperti Rusyda.

Remaja kelas 2 SMKN 3 Jember itu terpaksa mengikuti JFC tahun ini. Sebenarnya ini merupakan pertama kalinya ia mengikuti JFC. Sebab, sekolahnya berpartisipasi dalam JFC dan ia, salah satu murid, yang terlibat dalam JFC.

Terdapat 42 orang talent dari SMKN 3 Jember yang terlibat dalam JFC ke-14. Mereka tampil dalam defile Ikebana, sebuah defile cantik yang menampilkan seni merangkai bunga dari Jepang.

"Ikut karena terpaksa sih. Sekolah nyuruh, tetapi sempat nggak mau. Terus orang tua ngijinkan, ya akhirnya ikut juga," ujar Rusyda.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved