Breaking News
Pemerintah Pusat Setengah Hati Jalankan Program Transmigrasi
Kebanyakan warga yang berminat berangkat transmigrasi itu berasal dari Mantup, Sukodadi, Sambeng dan Turi.
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Wahjoe Harjanto
SURYA.CO.ID l LAMONGAN – Pemerintah Pusat ternyata masih setengah hati menjalankan program transmigrasi untuk pemerataan penduduk. Itu dibuktikan dari kuota transmigran yang diberikan kepada Pemkab Lamongan yang hanya 10 KK.
Padahal peminat transmigrasi asal Lamongan terus meningkat. Tahun 2015, tercatat 216 KK, sedang Tahun 2014 hanya 208 KK. Sementara pemberangkan tahun ini, Pemerintah Pusat hanya memberi jatah kepada Lamongan, 10 KK.
"Dinsosnakertrasn Lamongan telah mengajukan sebanyak 20 KK sehingga terus mengusahakan tambahan kuota untuk setiap kali ada pemberangkatan," ujar Kepala Dinsosnakertrans, M Kamil, Sabtu (29/8/2015).
Animo masyarakat yang mengajukan transmigrasi cukup tinggi. Jika pemerintah tidak membuat kebijakan menambah kuota, maka jumlah daftar tunggu transmigrasi akan lebih banyak lagi.
Kebanyakan warga yang berminat berangkat transmigrasi itu berasal dari Mantup, Sukodadi, Sambeng dan Turi. Tujuan daerah transmigrasi adalah di Gorontalo. Kamil menambahkan, para calon transmigran asal Lamongan sebelumnya telah dibekali dibekali keterampilan, seperti menukang, serta prosesing hasil produksi agro.
”Agar jangan sampai para transmigran di lokasi tujuan tidak bisa melakukan pekerjaan sampingan atau tidak punya keahlian lain,” ungkapnya.
Selain sudah mahir dibidang pertanian, transmigran harus mempunyai bekal keterampilan lainnya untuk menunjang kehidupannya di tempat yang baru karena ada banyak hal yang bisa dikerjakan di daerah transmigrasi.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA