Demam Batu Akik sampai ke Resto
Batu Akik Soekarno dan Merah Putih Paling Disukai Pengunjung
"Akik kan tidak hanya perhiasan seperti berlian, permata, dan sejenisnya, tapi juga bisa dikreasikan ke berbagai macam."
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA - Demam batu akik masih berlanjut. Tidak cukup di pinggir jalan di kampung-kampung, areal kosong, hingga di dalam mal, batu akik pun masuk restoran. Bukan untuk dimakan, tapi menjadi nilai lebih dan daya tarik bagi pengunjung restoran agar bisa menikmati tren batu akik.
Suasana itu terlihat di sebuah restoran di kawasan Jl Hr Muhammad Surabaya. Mulai Jumat (14/8/2015) restoran ini sebelumnya terlihat ramai saat jam makan, kini berubah ramai sepanjang hari.
Hal itu tak lepas dari salah satu sudut ruangan yang menjadi areal galeri batu akik.
Sepanjang hari dipenuhi pengunjung yang melihat, membeli, mengasah, dan memasang emban atau ikatan untuk batu akik.
Bisa diemban untuk cincin, liontin, gantungan kunci, mata ikat pinggang, dan aksesoris lainnya.
Di sudut lain, juga ada ruang untuk konsultasi tentang batu akik. Ada lampu-lampu dan buku panduan jenis-jenis batu akik. Termasuk nama-nama uniknya.
Di waktu tertentu, hadir pakar ahli Gemogoli dan minerologi Universitas Gajah Mada (UGM), Miharto.
"Ini batu bacan hijau. Batu yang sama seperti yang diberikan Presiden Susilo Bambang Yudoyono kepada Presiden AS Barack Obama saat berkunjung ke Indonesia beberapa waktu lalu," jelas Ismoyo, salah satu penyelenggara dari event bertema Parade Akik Nusantara tersebut.
Apakah benar atau tidak, awal dari demam batu akik dari peristiwa itu, tapi bagi para perajin batu akik, yang sebelumnya hanya stagnan dalam berdagang, kini mulai agresif.
Tawaran tampil di restoran yang mayoritas pengunjungnya kalangan menengah ke atas itu pun tidak ditolak.
Sekitar 30 stan ambil bagian mulai dari memperdagangkan, melayani pembuatan emban, konsultasi, hingga untuk tanya-tanya pun diterima.
"Akik kan tidak hanya perhiasan seperti berlian, permata, dan sejenisnya, tapi juga bisa dikreasikan ke berbagai macam. Bisa untuk tampilan aksesoris pigura di rumah juga bisa," lanjut pria yang akrab disapa Moy itu.
Dalam parade akik nusantara tersebut, yang paling banyak menarik pengunjing adalah batu Soekarno dan Merah Putih.
Manager restoran Bandar Djakarta Surabaya Margaretha Wenny mengatakan, kegiatan ini sengaja mereka gelar untuk mengimbangi kenaikan harga bahan baku di semua produk yang berdampak pada bisnis restoran.
Menurut Me, sapaan Margaretha Wenny, langkah tersebut sebagai upaya strategi bisnis kuliner Surabaya agar tetap dikunjungan penikmat kuliner kota besar seperti Surabaya.
"Kami menggandeng para kolektor akik dari beberapa wilayah Indonesia seperti Jakarta dan daerah lainnya," kata Me.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/akik-di-bandar-jakarta_20150815_000848.jpg)