Berita Sidoarjo
Jaringan Pipa Minim, PDAM Sidoarjo Jual Air Tangki dari Umbulan
Menurut Direktur Pelayanan PDAM, Bhima Aris Diyanto, penjualan air tangki ini merupakan inovasi untuk menyiasati minimnya jaringan pipa.
Penulis: Miftah Faridl | Editor: Yuli
SURYA.co.id | SIDOARJO - Mahalnya investasi jaringan pipa menjadi alasan utama PDAM Delta Tirta Sidoarjo tidak bisa menjangkau sebagian besar wilayah Sidoarjo.
Untuk menyiasatinya, PDAM memilih menjual air eceran melalui truk tangki.
Menurut Direktur Pelayanan PDAM, Bhima Aris Diyanto, penjualan air tangki ini merupakan inovasi untuk menyiasati minimnya jaringan pipa.
"Semangatnya, semua masyarakat bisa menikmati air kami, meski pipa kami belum bisa menjangkau mereka," ujarnya, Selasa (11/8/2015).
Untuk menjangkau seluruh kawasan Sidoarjo, PDAM memiliki 11 armada truk tangki berukuran 4.000 dan 5.000 liter.
Jumlah pengguna rumah tangga mulai naik tiap waktunya. Selama ini, konsumen air tangki masih didominasi konsumen industri.
"Konsumen tangki memang banyak industri. Tetapi jumlah pelanggan rumah tangga terus meningkat," kata Bhima.
Dia mengungkapkan, dalam satu bulan penjualan air tangki ini mencapai 4500 meter kubik. Satu meter kubik berisi 1000 liter.
PDAM menjual air tangki lebih mahal ketimbang jaringan pipa. Namun, Bhima mengklaim harga airnya lebih murah dibandingkan air serupa yang dijual gerobak.
Dia mengungkapkan, untuk permeter kubiknya, PDAM memasang tarif Rp 10.000.
"Artinya, per liter cuma Rp 10 saja. Lebih murah dari air yang dijual gerobakan itu. Kalau gerobak, per liternya Rp 250. Kami berani jamin kualitas air kami lebih baik karena diambil dari sumber air Umbulan," ujar mantan Ketua KPUD Sidoarjo itu.
Untuk layanan rumah tangga, PDAM menyiapkan pembelian kolektif. Dijelaskan Bhima, dia hanya melayani rumah tangga yang memiliki tandon.
Baik industri maupun rumah tangga, dikenakan ongkos kirim sebesar Rp 20.000.
Truk tangki ini juga dimanfaatkan untuk mensuplai kawasan pelanggan PDAM yang airnya mati. Warga bisa membeli air tanpa harus membayar ongkos kirim. "Kami punya tim sendiri untuk suplai kawasan yang airnya tiba-tiba mati," ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, pertumbuhan warga Sidoarjo ternyata tak bisa diimbangin oleh ketersediaan dan akses air minum. Tahun ini, warga Sidoarjo tercatat lebih dari 2,25 juta jiwa dan hanya 786 jiwa atau 34,92 persen saja yang menikmati air bersih olahan PDAM Delta Tirta.
Dari data Unit Pelayanan PDAM, pada 2015, sambungan rumah tangga sebenarnya meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Angka yang tercatat adalah 131.007 sambungan dari sebelumnya 119.085. Bertambah 12.647 sambungan rumah tangga.